Example 728x250
Berita KepriTanjungpinang

Ansar dan Nyanyang Buka Penyengat Heritage 2026, Tegaskan Komitmen Lestarikan Budaya Melayu

22
×

Ansar dan Nyanyang Buka Penyengat Heritage 2026, Tegaskan Komitmen Lestarikan Budaya Melayu

Sebarkan artikel ini
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad bersama Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura membuka dan menghadiri rangkaian kegiatan Penyengat Heritage 2026 yang berlangsung di Kawasan Balai Adat Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Sabtu (20/6/2026). (F-Diskominfo Kepri)

Tanjungpinang (SN) – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad bersama Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura membuka dan menghadiri rangkaian kegiatan Penyengat Heritage 2026 yang berlangsung di Kawasan Balai Adat Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Sabtu (20/6/2026). Event budaya yang mengusung tema “Regeneration Lifestyle Tourism” ini menjadi salah satu agenda unggulan dalam Kalender Event Kepulauan Riau Tahun 2026.

Kehadiran Ansar dan Nyanyang di tengah masyarakat menjadi simbol kuat dukungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terhadap pelestarian budaya Melayu yang dipadukan dengan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Keduanya menyaksikan langsung berbagai rangkaian kegiatan dan final perlombaan yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.

Dalam sambutannya, Gubernur Ansar Ahmad menegaskan bahwa tema Regeneration Lifestyle Tourism memiliki makna yang sangat strategis karena tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga menjadi sarana menjaga warisan budaya dan lingkungan untuk generasi mendatang.

“Tema ini sangat baik karena apa yang kita gelar hari ini tidak semata-mata mengejar angka kunjungan wisatawan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk membumikan, mengembangkan, dan merevitalisasi budaya Melayu yang menjadi identitas Kepulauan Riau,” ujar Ansar.

Menurut Ansar, Pulau Penyengat memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat penting bagi peradaban Melayu. Karena itu, berbagai tradisi dan permainan rakyat perlu terus dihidupkan agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

Ia berharap ke depan lebih banyak permainan tradisional yang dapat ditampilkan dalam event-event budaya sehingga menjadi daya tarik wisata sekaligus media edukasi bagi generasi muda.

“Jangan sampai permainan-permainan tradisional kita hilang atau terbenam oleh perkembangan zaman. Permainan seperti canang, petak umpet, egrang, dan berbagai permainan rakyat lainnya perlu kita kemas menjadi daya tarik wisata budaya,” katanya.

Ansar juga mengusulkan agar Penyengat Heritage dapat diselenggarakan dalam durasi yang lebih panjang. Menurutnya, pelaksanaan selama satu pekan penuh akan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Pulau Penyengat sebagai pusat kebudayaan Melayu.

“Kalau memungkinkan, kegiatan seperti ini bisa digelar selama satu minggu penuh dan menjadi kenduri besar Pulau Penyengat. Bahkan ke depan dapat dirangkaikan dengan peringatan haul Raja Ali Haji sehingga semakin memperkuat posisi Pulau Penyengat sebagai pusat kebudayaan Melayu yang mendunia,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau Hasan melaporkan bahwa Penyengat Heritage 2026 menghadirkan berbagai perlombaan budaya berskala internasional. Festival Gasing Internasional diikuti 40 peserta dari Malaka, Johor, Kuala Lumpur, Siak, Pelalawan, serta sejumlah daerah di Kepulauan Riau. Lomba Jong juga menarik sekitar 200 peserta dari Singapura, Malaysia, dan berbagai daerah di Kepri.

Selain atraksi budaya, event yang berlangsung pada 19–21 Juni 2026 tersebut juga menghadirkan kegiatan nonton bareng tiga pertandingan Piala Dunia hasil kolaborasi dengan TVRI Kepulauan Riau yang mendapat sambutan antusias dari masyarakat dan wisatawan. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *