Anambas (SN) – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad meninjau langsung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Piabung, Kecamatan Palmatak, Kabupaten Kepulauan Anambas, Jumat (6/11/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan optimal dan sesuai standar pelayanan.
Didampingi Wakil Bupati Kepulauan Anambas Raja Bayu Febri Gunadian, Ansar melihat kondisi fasilitas, kebersihan lingkungan hingga proses pelayanan dan penyediaan makanan bagi penerima manfaat.
Ansar mengapresiasi operasional SPPG Desa Piabung yang dinilai berjalan baik. Namun, ia mengingatkan pengelola agar tidak mengabaikan kebersihan lingkungan serta kualitas dan kandungan gizi makanan yang disajikan.
“Saya mengapresiasi pelaksanaan SPPG di Desa Piabung yang sudah berjalan dengan baik. Namun, kebersihan lingkungan harus benar-benar dijaga. Begitu juga dengan kualitas makanan dan kandungan gizinya, harus menjadi perhatian utama agar makanan yang diberikan benar-benar memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat,” ujar Ansar.
Dalam dialog bersama pengelola, diketahui operasional SPPG sejauh ini relatif lancar tanpa kendala berarti. Meski demikian, keterbatasan pasokan bahan pangan lokal masih menjadi perhatian karena sebagian kebutuhan harus didatangkan dari luar daerah.
Ansar berharap potensi produksi pangan lokal dapat terus dikembangkan agar kebutuhan bahan baku SPPG semakin banyak dipenuhi dari hasil produksi masyarakat setempat.
Menurutnya, keberadaan SPPG tidak hanya mendukung pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga berpeluang menggerakkan perekonomian daerah melalui keterlibatan petani, pelaku usaha, dan pemasok pangan lokal.
Pemerintah Provinsi Kepri, lanjutnya, berkomitmen mendukung program pemenuhan gizi sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang sehat, tumbuh optimal, dan berdaya saing.
Sementara itu, Wakil Bupati Anambas Raja Bayu Febri Gunadian menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai peninjauan langsung Gubernur menjadi langkah penting untuk memastikan pelayanan SPPG berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Melalui pengawasan dan evaluasi berkelanjutan, pelaksanaan program MBG di wilayah kepulauan dan perbatasan diharapkan semakin optimal, dengan tetap mengutamakan kebersihan, keamanan pangan, dan kualitas gizi. (***)












