Example 728x250
Batam

Antisipasi Kekeringan, BP Batam Kembali Gelar Operasi Modifikasi Cuaca 26 Oktober–2 November

4
×

Antisipasi Kekeringan, BP Batam Kembali Gelar Operasi Modifikasi Cuaca 26 Oktober–2 November

Sebarkan artikel ini
Mengantisipasi dampak cuaca kering yang berpotensi mengganggu ketersediaan air baku, BP Batam kembali menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada 26 Oktober hingga 2 November 2026. Terlihat pesawat yang akan melakukan OMC di Batam. (F-Humas BP Batam)

Batam (SN) – Mengantisipasi dampak cuaca kering yang berpotensi mengganggu ketersediaan air baku, Badan Pengusahaan (BP) Batam kembali menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada 26 Oktober hingga 2 November 2026.

Upaya ini difokuskan untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan, terutama di wilayah tangkapan air yang menjadi sumber utama pasokan air baku bagi masyarakat Batam.

Dalam pelaksanaannya, BP Batam menggandeng PT Rekayasa Atmosfer Indonesia. Kegiatan ini menjadi operasi modifikasi cuaca kedua yang dilaksanakan BP Batam sepanjang 2026, setelah kegiatan serupa pada Mei lalu.

Langkah tersebut diambil menyusul kondisi cuaca kering yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir akibat pengaruh El Niño ekstrem. Kondisi ini berdampak pada penurunan elevasi air di sejumlah waduk, sehingga diperlukan langkah antisipatif untuk menjaga ketersediaan air baku.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan OMC merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan sumber daya air di Batam.

“Operasi Modifikasi Cuaca ini merupakan salah satu langkah strategis yang BP Batam lakukan untuk mengantisipasi dampak cuaca kering dan menjaga ketersediaan air baku. BP Batam berharap kegiatan ini dapat meningkatkan potensi terjadinya hujan, khususnya di daerah tangkapan air di Batam, sehingga dapat mendukung keberlanjutan pelayanan air bersih,” kata Denny di Batam Centre, Sabtu (24/10/2026).

Menurut Denny, ketersediaan air baku menjadi perhatian penting karena air tidak hanya merupakan kebutuhan mendasar masyarakat, tetapi juga menjadi penopang berbagai aktivitas ekonomi di Batam.

“BP Batam menyadari bahwa air merupakan kebutuhan mendasar masyarakat sekaligus penopang aktivitas ekonomi Batam. Karena itu, BP Batam terus mengupayakan berbagai langkah strategis menjaga ketersediaan air baku,” tambahnya.

Pelaksanaan OMC ini turut mendapat dukungan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), AirNav Indonesia, PT Bandara Internasional Batam (BIB), serta unit terkait di lingkungan BP Batam, termasuk pengelola sumber daya air dan layanan air bersih.

Kolaborasi lintas instansi tersebut diperlukan untuk mendukung kelancaran operasi, mulai dari pemantauan kondisi meteorologi, aspek keselamatan penerbangan hingga pengelolaan sumber daya air.

Dalam pelaksanaannya, OMC direncanakan menggunakan satu unit pesawat jenis Cessna yang beroperasi pada ketinggian sekitar 8.000 hingga 11.000 kaki. Penerbangan dan penyemaian awan akan menyesuaikan kondisi atmosfer serta keberadaan awan yang dinilai potensial.

Direktur BU SPAM dan Pengelolaan Limbah BP Batam, Idul Priady, mengatakan berdasarkan koordinasi dengan BMKG Batam, wilayah Batam masih berpotensi mengalami hujan hingga Desember 2026.

Potensi tersebut diharapkan dapat dioptimalkan melalui pelaksanaan OMC, terutama untuk meningkatkan peluang hujan di wilayah tangkapan air dan waduk yang menjadi sumber pasokan air baku.

“Berdasarkan koordinasi dengan BMKG Batam, wilayah Batam berpotensi mengalami hujan hingga Desember 2026. Potensi tersebut diharapkan dapat dioptimalkan melalui pelaksanaan OMC, khususnya meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah tangkapan air atau waduk,” ujar Idul.

Selain meningkatkan peluang hujan, BP Batam juga memberikan penjelasan terkait keamanan bahan yang digunakan dalam proses modifikasi cuaca, khususnya terhadap kualitas air hujan.

Idul menjelaskan bahwa bahan semai yang digunakan dalam OMC berupa natrium klorida (NaCl). Bahan ini berfungsi membantu proses pembentukan dan pertumbuhan butir air di dalam awan.

“NaCl yang digunakan dalam OMC berfungsi sebagai bahan semai untuk membantu proses pembentukan dan pertumbuhan butir air di dalam awan. Secara prinsip, NaCl yang digunakan merupakan garam yang memiliki karakteristik serupa dengan garam dapur, dengan perbedaan pada tingkat kemurnian dan ukuran partikelnya,” jelas Idul. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *