Example 728x250
KESEHATANTanjungpinang

Udara Tanjungpinang Masih Sedang, Warga Diminta Waspadai Paparan PM2.5

4
×

Udara Tanjungpinang Masih Sedang, Warga Diminta Waspadai Paparan PM2.5

Sebarkan artikel ini
DKPPKB Kota Tanjungpinang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan polusi udara menyusul kenaikan konsentrasi partikulat halus (PM2.5). Terlihat kabut asap tipis yang tampak di Jembatan I Dompak, Tanjungpinang, Foto diambil belum lama ini. (F-Sketsanews)

Tanjungpinang (SN) – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kota Tanjungpinang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan polusi udara menyusul kenaikan konsentrasi partikulat halus (PM2.5).

Berdasarkan pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tanjungpinang, konsentrasi PM2.5 tercatat 17,5 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada 4 September 2026. Angka tersebut meningkat menjadi 24,9 µg/m³ berdasarkan pengukuran terbaru, Jumat (11/9/2026). Meski naik, kualitas udara masih berada dalam kategori sedang.

Kepala DKPPKB Kota Tanjungpinang, Rustam, mengatakan kondisi udara saat ini masih dapat diterima dan masyarakat secara umum dapat beraktivitas seperti biasa. Namun, kelompok rentan perlu lebih berhati-hati.

“Kualitas udara saat ini masih dalam kategori sedang dan masyarakat secara umum masih dapat beraktivitas seperti biasa. Namun, anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit jantung atau gangguan paru-paru perlu lebih berhati-hati, terutama jika harus beraktivitas dalam waktu lama di luar ruangan,” ujar Rustam.

Ia juga meminta masyarakat mencermati kondisi udara di tengah adanya kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah. Asap dan partikulat dapat terbawa angin, meski kenaikan PM2.5 di Tanjungpinang tidak serta-merta dapat dikaitkan seluruhnya dengan karhutla karena kualitas udara dipengaruhi berbagai faktor.

Untuk kelompok rentan, Rustam menyarankan penggunaan masker yang mampu menyaring partikel halus saat beraktivitas di luar ruangan. Aktivitas fisik berat di luar ruangan juga sebaiknya dikurangi apabila mulai muncul keluhan seperti sesak atau rasa tidak nyaman di dada.

Masyarakat juga dianjurkan memantau kualitas udara sebelum beraktivitas lama di luar rumah, serta menghindari membuka jendela ketika lalu lintas sedang padat. Di dalam rumah, penggunaan penjernih udara dengan filter HEPA dapat membantu menyaring partikel PM2.5.

“Yang terpenting masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap waspada. Pantau kondisi kualitas udara dan sesuaikan aktivitas, terutama bagi kelompok rentan,” katanya.

Rustam turut mengingatkan warga menjaga daya tahan tubuh dengan cukup minum, mengonsumsi makanan bergizi, menerapkan pola hidup sehat, serta menghindari pembakaran terbuka yang dapat memperburuk kualitas udara.

“Kami mengimbau masyarakat Kota Tanjungpinang untuk bersama-sama menjaga kualitas udara dan lingkungan. Hindari pembakaran terbuka dan tetap ikuti informasi resmi terkait kualitas udara,” tegasnya.

DKPPKB bersama instansi terkait akan terus memantau perkembangan kondisi lingkungan yang berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *