Tanjungpinang (SN) – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera mulai memasuki Kepulauan Riau (Kepri). Kondisi tersebut terpantau sejak Kamis (3/9/2026) dan mulai menyelimuti sejumlah daerah, termasuk Kota Tanjungpinang.
Selain Tanjungpinang, kabut asap juga terpantau di beberapa wilayah lain seperti Bintan, Lingga, Karimun hingga Batam.
Kepala BMKG RHF Tanjungpinang, Ahmad Kosasih, mengatakan asap tersebut terbawa angin dari wilayah Sumatera menuju Kepulauan Riau. Pergerakan tersebut dipengaruhi pola angin monsun yang membawa massa udara dari arah Sumatera.
Meski demikian, Ahmad menyebut kondisi kabut asap yang berada di Tanjungpinang saat ini masih tergolong rendah. Jarak pandang tercatat sekitar 900 meter dan sejauh ini masih relatif aman bagi aktivitas penerbangan.
Namun, kondisi kualitas udara mulai menunjukkan adanya peningkatan konsentrasi partikel yang perlu diwaspadai. Indeks kualitas udara tercatat berada pada kategori tidak sehat dengan konsentrasi partikel mencapai 81,9 mikrogram per meter kubik.
“Terkait asap yang akan bertahan di wilayah kota saat ini tergantung posisi dan seberapa banyak kejadian karhutla di wilayah Sumatera, dipengaruhi oleh arah angin. Kondisi kabut sekarang masih rendah,” ujar Ahmad, Sabtu (5/9/2026).
Menurutnya, keberadaan kabut asap di Kepri sangat bergantung pada perkembangan karhutla di Sumatera serta dinamika arah dan kecepatan angin.
Apabila titik-titik karhutla di Sumatera terus bertambah dan arah angin masih bergerak menuju Kepulauan Riau, potensi masuknya asap ke wilayah Kepri masih terbuka.
Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan aktivitas di luar ruangan. Kondisi kualitas udara juga perlu dipantau guna mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Polda Kepri Ingatkan Warga Kurangi Aktivitas di Luar
Imbauan kewaspadaan juga disampaikan Polda Kepri menyusul kualitas udara di sejumlah wilayah yang berada dalam kategori tidak sehat akibat meningkatnya konsentrasi partikel halus atau Particulate Matter (PM) 2.5.
Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol Nona Pricillia Ohei meminta masyarakat tidak panik, namun tetap waspada dengan memantau kondisi kualitas udara sebelum beraktivitas di luar rumah.
“Masyarakat kami imbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara kurang baik. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, gunakan masker dan hindari aktivitas fisik berat dalam waktu yang lama,” ujar Nona.
Polda Kepri juga mengingatkan kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan, agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan selama kualitas udara menurun.
Warga yang mengalami keluhan kesehatan setelah terpapar asap diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat juga diminta tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Informasi mengenai cuaca, arah angin, maupun kualitas udara sebaiknya diperoleh melalui kanal resmi BMKG dan instansi pemerintah terkait.
Kondisi kabut asap di Kepulauan Riau hingga kini masih sangat dipengaruhi perkembangan karhutla di Sumatera dan dinamika angin. Masyarakat diminta tetap tenang, tetapi tidak mengabaikan kondisi kualitas udara dan kesehatan masing-masing. (***)












