Natuna (SN) – Polres Natuna bersama Pemerintah Kabupaten Natuna mengevaluasi pelaksanaan Pawai Budaya sekaligus membahas kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Pembahasan tersebut berlangsung dalam kegiatan Kapolres Menyapa di Ranai Square, Kelurahan Ranai, Kecamatan Bunguran Timur, Jumat (21/8/2026).
Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Efendie menyampaikan sejumlah catatan untuk perbaikan pelaksanaan Pawai Budaya ke depan. Di antaranya memperpendek rute pawai, mengatur waktu berkumpul peserta, menyediakan water station dan tim medis, memperkuat komunikasi petugas serta menyiapkan jalur alternatif.
“Ke depan, teknis pelaksanaan perlu kita evaluasi, terutama jarak tempuh, pengaturan waktu peserta dan fasilitas pendukung. Kondisi cuaca yang panas juga harus menjadi perhatian agar peserta tetap nyaman dan aman,” ujar Novyan.
Ia juga mengusulkan atraksi drumband dan penampilan sanggar seni ditempatkan di kawasan Pantai Piwang. Sementara hiburan serta perlombaan tradisional dapat dikembangkan menjadi rangkaian kegiatan dalam peringatan hari besar daerah.
Untuk penataan lokasi, Kapolres menyarankan area persiapan peserta dipindahkan lebih dekat, salah satunya di Lapangan Bola Sri Serindit. Penempatan spanduk, papan ucapan dan atribut kegiatan juga perlu diatur agar tidak mengganggu ruang kegiatan.
Kepala Bakesbangpol Natuna Helmi Wahyuda mengapresiasi dukungan Polres Natuna dan seluruh pihak dalam pelaksanaan Pawai Budaya. Menurutnya, seluruh masukan dalam evaluasi akan menjadi bahan perbaikan kegiatan berikutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Natuna Ikhwan Solihin mengatakan pihaknya mendukung dokumentasi dan publikasi kegiatan melalui foto, video serta materi Videotron. Ia menekankan pentingnya koordinasi dan kesiapan peralatan pendukung, termasuk sound system.
Selain Pawai Budaya, forum juga membahas potensi Karhutla. Kalaksa BPBD Natuna Raja Darmika mengatakan kondisi cuaca yang cenderung kering meningkatkan risiko kebakaran. Keterbatasan personel yang masih terkonsentrasi di Ranai dan sekitarnya menjadi perhatian apabila kebakaran terjadi di wilayah yang jauh.
“Pos siaga, pembagian tugas personel dan koordinasi dengan kecamatan harus diperkuat. Kebutuhan peralatan serta pelatihan pencegahan Karhutla bagi aparatur dan masyarakat juga perlu ditindaklanjuti,” kata Raja.
Melalui Kapolres Menyapa, Polres Natuna dan Pemkab Natuna sepakat memperkuat koordinasi lintas instansi, baik untuk meningkatkan kualitas kegiatan daerah maupun kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla. (***)












