Tanjungpinang (SN) – Gubernur Kepri, Ansar Ahmad terus mendorong percepatan pembangunan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026 di Provinsi Kepulauan Riau. Dari total 120 titik lokasi yang diusulkan, sebanyak 82 titik kini telah memasuki tahap survei topografi sebagai bagian dari persiapan pembangunan kawasan nelayan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Perkembangan tersebut disampaikan Ansar saat memimpin Rapat Evaluasi dan Konsolidasi Usulan Kampung Nelayan Merah Putih di Gedung Daerah, Senin (22/6/2026).
Menurut Ansar, Program Kampung Nelayan Merah Putih yang digagas oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan memiliki peran strategis bagi wilayah pesisir dan kepulauan seperti Kepri. Program ini diharapkan mampu menghadirkan penataan kawasan pesisir yang lebih modern, tertata, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan.
“Dengan penataan yang baik, kesejahteraan masyarakat pesisir dapat meningkat dan pertumbuhan ekonomi daerah juga akan semakin kuat. Kepri merupakan provinsi kepulauan yang memiliki banyak kawasan pesisir sehingga program ini sangat relevan bagi kita,” ujar Ansar.
Untuk mempercepat realisasi program tersebut, Ansar meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota segera menuntaskan berbagai persyaratan administrasi serta melengkapi data yang dibutuhkan guna mendukung pelaksanaan survei topografi.
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi seluruh pihak agar proses pembangunan dapat berjalan sesuai target. “Saya berharap seluruh pihak dapat berperan aktif dalam menggesa percepatan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Provinsi Kepulauan Riau,” tegasnya.
Ansar menambahkan, setelah survei topografi pada 82 titik usulan dan 18 titik tambahan prioritas selesai dilaksanakan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau akan menginisiasi pertemuan bersama seluruh bupati dan wali kota dengan Menteri Kelautan dan Perikanan untuk membahas percepatan realisasi pembangunan program tersebut.
“Saya mendorong bupati, wali kota, sekda kabupaten/kota, kepala desa, serta Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau agar mempercepat pemenuhan seluruh persyaratan yang diperlukan secara cermat sehingga proses survei topografi dapat berjalan dengan baik dan lancar,” katanya.
Sementara itu, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kepri, Luki Zaiman Prawira, yang memimpin jalannya rapat bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kepri, Said Sudrajat, menjelaskan bahwa dari 120 titik yang diusulkan kepada KKP, sebanyak 82 titik telah memasuki tahap survei topografi.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Kepri melalui DKP Kepri juga mengajukan tambahan 18 titik prioritas untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.
Luki mengungkapkan, hingga saat ini sudah terdapat tiga Kampung Nelayan Merah Putih yang selesai dibangun di Batam. Sementara satu lokasi lainnya di Kabupaten Natuna masih dalam proses pembangunan dan ditargetkan rampung pada Juli 2026.
Adapun 82 lokasi yang saat ini menjalani survei topografi tersebar di berbagai daerah, yakni 17 titik di Kabupaten Natuna, 18 titik di Kabupaten Lingga, 10 titik di Kabupaten Bintan, 20 titik di Kabupaten Kepulauan Anambas, 9 titik di Kabupaten Karimun, 4 titik di Tanjungpinang, dan 4 titik di Batam. (***)












