Tanjungpinang (SN) – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Kepulauan Riau terus menggencarkan kampanye pentingnya menjaga harmoni di tengah keberagaman. Kali ini, FKUB Kepri menyambangi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tanjungpinang dalam agenda bertajuk FKUB Goes To Madrasah, Senin (18/5/2026).
Kegiatan yang digelar di Perpustakaan MAN Tanjungpinang (Pusmaneta) tersebut dipimpin langsung Ketua FKUB Provinsi Kepri, H. Handarlin Umar. Suasana berlangsung hangat dan interaktif dengan melibatkan hampir 100 siswa-siswi serta para guru.

Dalam sambutannya, Handarlin Umar menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya FKUB untuk terus menanamkan nilai-nilai toleransi dan kebersamaan di lingkungan pendidikan.
“Kegiatan ini adalah upaya untuk mengampanyekan pentingnya merawat kerukunan, baik antar sesama maupun antar umat beragama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, MAN Tanjungpinang menjadi madrasah kedua yang dikunjungi FKUB Kepri setelah sebelumnya menggelar kegiatan serupa di MTsN Bintan. Program ini, lanjutnya, akan terus diperluas ke berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Kepri.
“Ke depan, kampanye seperti ini juga akan dilakukan di daerah lainnya agar semangat menjaga kerukunan semakin kuat di tengah masyarakat,” katanya.
Handarlin juga memberikan apresiasi kepada pihak MAN Tanjungpinang yang dinilai sangat terbuka dan mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami tentu sangat mengapresiasi MAN Tanjungpinang yang begitu responsif dan antusias menerima kegiatan ini,” tegasnya.
Menurutnya, para peserta yang hadir diharapkan dapat menjadi generasi yang mampu menjaga persatuan dan memperkuat nilai toleransi di lingkungan masing-masing.
“Pembangunan daerah sangat membutuhkan kebersamaan dan rasa kekeluargaan. Salah satu kuncinya adalah terjaganya kerukunan,” tutup Handarlin.
Sementara itu, Wakil Kepala Kesiswaan MAN Tanjungpinang, Rudi, turut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai pendidikan mengenai kerukunan antarumat beragama menjadi hal penting untuk ditanamkan sejak dini kepada para pelajar.
“Kegiatan hari ini diikuti hampir 100 siswa dan siswi MAN Tanjungpinang. Selain itu, juga melibatkan guru-guru bidang studi yang berkaitan erat dengan masalah keberagaman dan kerukunan,” ujarnya.
Rudi hadir didampingi Kepala Pusmaneta Tanjungpinang, Yuliana, yang juga mendukung penuh kegiatan edukatif tersebut sebagai bagian dari penguatan karakter pelajar di lingkungan madrasah. (***)













