Tanjungpinang (SN) – Walikota Lis Darmansyah membuka Rapat Koordinasi Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (PPED) Kota Tanjungpinang Tahun 2026 di Ruang Rapat Engku Putri Raja Hamidah, Kantor Walikota, Selasa (10/3/2026). Rapat ini menjadi langkah awal pemerintah daerah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di Tanjungpinang.
Dalam arahannya, Lis menegaskan bahwa pemerintah daerah harus bergerak cepat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, sebagaimana arahan dari Tito Karnavian kepada seluruh kepala daerah.
“Daerah harus bergerak cepat dan siap berlari kencang agar mampu menjadi bagian dari lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Lis.
Ia menyebutkan, berdasarkan data Triwulan IV tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Tanjungpinang masih berada di angka 4,97 persen, yang dinilai masih di bawah rata-rata nasional. Kondisi tersebut juga dipengaruhi situasi geopolitik global, termasuk dinamika yang terjadi di Timur Tengah.
Lis menjelaskan bahwa Tanjungpinang bukan daerah penghasil sumber daya alam, sehingga perekonomian lebih bertumpu pada sektor perdagangan dan jasa. Karena itu, sektor UMKM dinilai perlu terus didorong untuk meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat.
“Kita harus mampu melahirkan terobosan dan inovasi yang sesuai dengan potensi daerah, termasuk mengembangkan sektor pariwisata selain Pulau Penyengat,” ujarnya, merujuk pada potensi wisata di Pulau Penyengat.
Sementara itu, perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau menilai sektor pariwisata dapat menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah. Ia berharap kerja sama dengan Batam sebagai pintu masuk wisatawan dapat meningkatkan kunjungan wisata ke Tanjungpinang.
Rapat kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama para peserta, termasuk usulan penerapan digitalisasi sistem pajak dan retribusi daerah guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta mencegah potensi kebocoran pendapatan. (***)

