
Jakarta (SN) – Aplikasi pantun berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama Pantunesia sukses mencuri perhatian Wakil Menteri Kebudayaan Indonesia, Giring Ganesha, saat ia menghadiri rangkaian Grand Final Budaya-Go di Auditorium Pos Bloc, Jakarta Pusat, Sabtu (6/12/2025).
Ketua tim sekaligus penggagas Pantunesia, Dato’ Setia Perdana Yoan S. Nugraha, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya ketika booth mereka dikunjungi langsung oleh Giring, yang juga dikenal sebagai vokalis band Nidji.
“Kami bersyukur aplikasi Pantunesia dicoba langsung oleh Wakil Menteri Kebudayaan. Beliau memberikan respons positif dan dukungan emosional,” ujar budayawan muda asal Kepulauan Riau itu.
Kehadiran Giring di Pos Bloc merupakan bagian dari agenda resmi Kementerian Kebudayaan untuk menyemarakkan Grand Final Budaya-Go 2025, ajang yang mempertemukan 20 tim finalis 10 dari kategori mahasiswa dan 10 dari kategori profesional. Seluruh peserta mendapat kesempatan menampilkan karya terbaik mereka melalui booth pameran.
Baca Juga : PANTUNESIA, Aplikasi Pantun Berbasis AI Pertama di Dunia Lahir dari Kepulauan Riau
Di antara para finalis, Pantunesia tampil mencolok sebagai satu-satunya wakil dari Kepulauan Riau, membawa konsep unik yang memadukan tradisi pantun dengan teknologi AI. Usai mencoba langsung aplikasinya, Giring mengaku terkesan.
“Ini keren. Saya tahu pantun, tapi membuat pantun itu sulit. Setelah coba Pantunesia beberapa kali, saya jadi mengerti teknik berpantun. Asik juga, ya,” ungkapnya.
Tak hanya memberi apresiasi, Giring juga berjanji akan menghubungi Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, untuk menyampaikan dukungan terhadap rencana peluncuran Pantunesia pada 17 Desember 2025, bertepatan dengan Hari Pantun Nusantara.
“Nanti saya infokan ke Gubernur kalian ya, agar memberi support,” ujarnya.
Baca Juga : Pantun Melayu Berpadu Hip-Hop, Guncang Panggung Budaya di Jantung Yogyakarta
Tanggal itu dipilih bukan tanpa alasan. Pantun telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada 17 Desember 2020 momen yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Pantun Nusantara. Dari situlah Pantunesia terinspirasi untuk menandai peluncurannya.
Aplikasi Pantunesia dirancang sebagai jawaban atas tantangan pelestarian pantun di era modern. Menggunakan teknologi AI sebagai evaluator, aplikasi ini membantu pengguna memahami struktur pantun, belajar dengan pendekatan persuasif, hingga akhirnya mampu berpantun secara spontan. Pantun yang dulu dianggap eksklusif kini dikemas lebih dinamis, inklusif, dan ramah bagi pengguna lintas usia.
Tim Pantunesia dijadwalkan kembali ke Kepulauan Riau pada 8 Desember 2025 setelah melewati rangkaian penjurian, tes, dan showcase. Adapun pemenang Budaya-Go 2025 akan diumumkan pada Minggu malam (7/12/2025). (YN-SN)
Editor : Emha
