Tekan Kemiskinan hingga 5,96 Persen, Tanjungpinang Percepat Penurunan Stunting

Sekdako Tanjungpinang, Zulhidayat mengikuti tahapan verifikasi, validasi, dan konfirmasi penilaian kinerja daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat program pengentasan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting tahun 2026, di Kantor Walikota Tanjungpinang, Rabu (8/4/2026). (F-Diskominfo Tpi)

Tanjungpinang (SN) – Pemerintah Kota Tanjungpinang terus memperkuat langkah nyata dalam menekan angka kemiskinan dan stunting melalui tahapan verifikasi, validasi, dan konfirmasi penilaian kinerja daerah tahun 2026.

Kegiatan digelar di Ruang Rapat Asisten II Kantor Walikota, Rabu (8/4/2026), ini menjadi momentum penting untuk memastikan kebijakan yang diambil benar-benar menyasar masyarakat yang paling membutuhkan.

Upaya tersebut menunjukkan hasil yang kian menggembirakan. Persentase penduduk miskin di Tanjungpinang tercatat terus menurun dalam tiga tahun terakhir, dari 7,95 persen pada 2023 menjadi 6,96 persen di 2024, dan kembali turun menjadi 5,96 persen pada 2025. Secara jumlah, penduduk miskin juga berkurang signifikan dari sekitar 17,67 ribu jiwa menjadi 13,47 ribu jiwa.

Di sisi lain, penanganan stunting juga memperlihatkan progres yang cukup signifikan. Berbagai intervensi terintegrasi yang melibatkan lintas sektor dinilai mampu mempercepat penurunan prevalensi stunting, yang selama ini menjadi tantangan besar dalam pembangunan sumber daya manusia.

Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, menegaskan pentingnya proses verifikasi dan validasi sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.

“Proses verifikasi dan validasi ini sangat penting untuk memastikan kebijakan yang diambil benar-benar berbasis data yang akurat. Melalui proses ini, kita memastikan seluruh program penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting tepat sasaran, terukur, dan berkelanjutan. Data yang valid menjadi kunci agar intervensi yang dilakukan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa berbagai program unggulan terus diperkuat untuk menjaga tren positif tersebut. “Sinergi lintas sektor dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha, akan terus kita dorong agar upaya pengentasan kemiskinan dan penurunan stunting dapat berjalan lebih optimal,” tambahnya.

Program seperti Gerai Pangan dan Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu strategi utama dalam menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok rentan. Sementara itu, inovasi berbasis partisipasi masyarakat terus didorong untuk meningkatkan asupan gizi balita sebagai langkah preventif dalam menekan angka stunting. (***)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *