Tanpa Kembang Api, Kunduri Akhir Tahun Batam Himpun Donasi Hampir Rp15 Miliar untuk Korban Bencana Sumatra

Perayaan Kunduri Akhir Tahun di Dataran Engku Putri, Batamcentre, berlangsung berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Perayaan Kunduri Akhir Tahun di Dataran Engku Putri, Batamcentre, Batam, pada Rabu (31/12/2025) malam, berlangsung berbeda dari tahun-tahun sebelumnya tanpa pesta kembang api, namun ribuan warga Batam menyambut pergantian tahun dengan solidaritas dan kepedulian. (F-Sc Pemko Batam)

Batam (SN) – Perayaan Kunduri Akhir Tahun di Dataran Engku Putri, Batamcentre, berlangsung berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tanpa dentuman kembang api dan pesta gemerlap, ribuan warga Batam justru menyambut pergantian tahun dengan semangat solidaritas dan kepedulian. Hasilnya, donasi hampir Rp15 miliar berhasil dihimpun untuk membantu korban bencana di sejumlah wilayah Sumatra.

Di hadapan lautan masyarakat yang memadati lokasi acara, Walikota Batam Amsakar Achmad menyampaikan refleksi perjalanan Kota Batam sepanjang tahun 2025.

Ia mengungkapkan, berbagai indikator pembangunan menunjukkan tren yang menggembirakan, mulai dari penurunan angka kemiskinan, berkurangnya tingkat pengangguran terbuka, inflasi yang tetap terkendali, hingga pertumbuhan ekonomi dan investasi yang terus meningkat. Sejumlah penghargaan tingkat nasional pun diraih sebagai buah dari kerja keras bersama.

Namun demikian, Amsakar menegaskan bahwa capaian tersebut bukan semata-mata hasil kerja pemerintah.
“Semua yang kita capai hari ini adalah buah dari kontribusi seluruh masyarakat Kota Batam,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.

Menurutnya, pergantian tahun seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai seremoni, tetapi juga menjadi ruang refleksi bersama.

“Sudah waktunya di pergantian tahun ini kita melakukan perenungan dan kontemplasi. Apa yang telah kita lalui, ikhtiar yang kita jalankan, dan apa yang hendak kita tuju pada tahun yang akan datang,” tuturnya.

Berbeda dari perayaan tahun baru pada umumnya, Pemerintah Kota Batam bersama Forkopimda sepakat mengalihkan euforia pergantian tahun menjadi aksi nyata kepedulian sosial. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk empati terhadap masyarakat di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang tengah dilanda bencana.

“Biasanya setiap pergantian tahun selalu ada musik yang meriah dan kembang api. Tetapi malam ini kami berketetapan hati untuk membangun solidaritas dengan saudara kita di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat,” kata Amsakar.

Pemko Batam telah menyalurkan bantuan awal sebesar Rp7,5 miliar untuk tiga daerah terdampak. Tak hanya itu, antusiasme masyarakat Batam berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp4.589.074.911, ditambah dukungan dari PLN Batam senilai Rp2,5 miliar. Secara keseluruhan, dana solidaritas yang terkumpul hampir menyentuh angka Rp15 miliar dan akan disalurkan melalui Pemerintah Kota Batam.

Menutup sambutannya, Amsakar mengimbau masyarakat agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban pasca perayaan tahun baru, khususnya di jalan raya.

Kunduri Akhir Tahun kemudian ditutup dengan penampilan Sammy Simorangkir yang menghadirkan suasana hangat dan penuh makna. Momentum ini menjadi penegasan bahwa pergantian tahun di Batam bukan sekadar perayaan, melainkan juga simbol kepedulian, persaudaraan, dan semangat gotong royong untuk negeri. (YS-SN)

Editor : Emha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *