Tanjungpinang (SN) – Pemerintah Kota Tanjungpinang bergerak aktif memastikan semarak bazar juadah Ramadan dan takjil tahun 1447 Hijriah berjalan tertib, menjaga kelaikan makanan, sekaligus memberi dampak nyata bagi perekonomian warga.
Selama bulan suci, kegiatan bazar yang tersebar di empat kecamatan ini tidak hanya menjadi pusat kuliner berbuka puasa, tetapi juga penggerak ekonomi kerakyatan dan panggung pemberdayaan pelaku usaha mikro dan kecil (UMKM).
Berdasarkan pendataan lintas perangkat daerah, tercatat sekitar 18 titik bazar Ramadan hadir di berbagai kawasan strategis kota. Sejumlah lokasi yang menjadi pusat keramaian antara lain Lapangan Dishub atau Taman Batu 10, kawasan belakang Hotel RAV, Taman Pamedan, Jalan Bandara, depan Richeese BJB, ruas Jalan Merdeka–Teuku Umar, hingga halaman Ramayana. Titik-titik ini setiap sore dipadati warga yang berburu aneka juadah dan takjil untuk berbuka puasa.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setdako Tanjungpinang, Hamerudin, menjelaskan bahwa penyelenggaraan bazar Ramadan dilakukan melalui beberapa skema.
“Bazar juadah Ramadan dan takjil yang tersebar di empat kecamatan ini sebagian berada dalam pembinaan Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui koordinasi dengan OPD terkait, dan sebagian lainnya diselenggarakan melalui kerja sama masyarakat, paguyuban, maupun panitia setempat,” ujarnya, Kamis (26/02/2026).
Menurutnya, momentum Ramadan selalu menjadi peluang emas bagi pelaku UMKM musiman untuk meningkatkan pendapatan. Di sisi lain, masyarakat juga dimudahkan dalam memenuhi kebutuhan menu berbuka dengan pilihan yang beragam dan terjangkau.
“Pemerintah Kota hadir untuk memastikan kegiatan bazar berjalan tertib, aman, dan nyaman, tanpa mengganggu ketertiban umum maupun aktivitas lalu lintas,” tambahnya.
Hamerudin menegaskan, seluruh kegiatan bazar tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku. Mulai dari kelengkapan administrasi, legalitas usaha, rekomendasi penggunaan fasilitas umum atau aset daerah, izin keramaian, hingga kewajiban retribusi sesuai peraturan daerah.
“Penataan ini bukan untuk membatasi, melainkan untuk memberikan kepastian dan perlindungan bagi pedagang serta kenyamanan bagi masyarakat,” jelasnya.
Melalui penataan dan pembinaan tersebut, Pemko berharap perputaran ekonomi lokal semakin meningkat selama Ramadan. Kehadiran bazar juadah dan takjil di berbagai sudut kota diharapkan tidak hanya memperkuat sektor UMKM, tetapi juga menambah semarak, kebersamaan, dan kehangatan suasana Ramadan di Kota Gurindam. (***)

