Tanjungpinang (SN) – Memperingati Hari Sumpah Pemuda sekaligus menyemarakkan Bulan Bahasa, Perpustakaan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tanjungpinang atau Pusmaneta menggelar kegiatan Semarak Bulan Bahasa. Beragam perlombaan dihadirkan untuk mengasah kemampuan berbahasa, memperluas wawasan, serta menumbuhkan minat baca di kalangan pelajar.
Kegiatan yang dipusatkan di ruang Pusmaneta itu dibuka oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kepulauan Riau, Moh. Bisri, Rabu (28/10/2026).
Dalam sambutannya, Moh. Bisri menegaskan bahwa kemampuan berbahasa bukan sekadar keterampilan yang tumbuh dengan sendirinya, melainkan perlu dipelajari dan diasah secara berkelanjutan.
“Kemampuan berbahasa adalah sesuatu yang harus dipelajari, karena ini ada ilmu,” ujarnya.
Ia juga memotivasi para pelajar MAN Tanjungpinang yang mengikuti kegiatan tersebut agar menjadikan membaca sebagai kebiasaan, terutama di usia muda ketika semangat belajar dan menggali pengetahuan masih tinggi.
Menurutnya, Kepulauan Riau memiliki tokoh besar yang berjasa dalam perkembangan bahasa, yakni Raja Ali Haji. Sosok yang dikenal sebagai ulama dan pujangga itu turut meletakkan dasar penting bagi perkembangan bahasa Melayu, yang kemudian menjadi salah satu landasan lahirnya bahasa Indonesia.
“Raja Ali Haji bukan hanya seorang ulama, juga seorang pujangga yang telah melahirkan kamus tata bahasa Melayu. Hal ini juga yang menjadikan bahasa Melayu sebagai peletak lahirnya bahasa Indonesia,” ungkapnya.
Bisri menambahkan, kebiasaan membaca perlu ditanamkan sejak dini karena buku merupakan jendela ilmu. Semakin banyak membaca, semakin luas pula pengetahuan dan wawasan yang dapat diperoleh.
Ia pun mengapresiasi penyelenggaraan Semarak Bulan Bahasa yang dinilai menjadi wadah bagi pelajar untuk mengekspresikan kemampuan sekaligus menguji pengetahuan mereka.
“Saya sangat mengapresiasi tentunya dengan adanya Semarak Bulan Bahasa ini, karena bisa menjadi panggung ekspresi bagi pelajar untuk menguji pengetahuannya,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Pusmaneta, Yuliana, mengatakan kegiatan tersebut dirancang khusus untuk menghadirkan suasana berbeda dalam peringatan Bulan Bahasa. Melalui berbagai kegiatan literasi dan perlombaan, pihaknya ingin mendorong pelajar agar semakin dekat dengan buku dan perpustakaan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menghadirkan program literasi membaca buku yang dilanjutkan dengan diskusi bersama mengenai buku yang telah dibaca.
“Setelah itu, akan diskusi bersama terhadap buku yang sudah dibaca. Kami juga telah menyiapkan program-program pendukung sebagai motivasi meningkatkan semangat pelajar untuk ke perpustakaan,” ujarnya.
Tak hanya lomba cerdas cermat, Semarak Bulan Bahasa Pusmaneta juga dimeriahkan dengan lomba pidato, baca puisi, paduan suara, serta kegiatan pojok baca. (***)












