Night Party Nagoya Lantern Festival 2026 Sukses Dongkrak Ekonomi, Omzet UMKM Tembus Rp1 Miliar

Perhelatan Night Party Nagoya Lantern Festival yang digelar pada 13–17 Februari 2026 di Jalan Raya Nagoya Citywalk. Di balik gemerlap lampion dan riuh atraksi barongsai, festival ini menjadi motor penggerak ekonomi mikro yang nyata dan terukur. (F-BP Batam)

Batam (SN) – Perhelatan Night Party Nagoya Lantern Festival yang digelar pada 13–17 Februari 2026 di Jalan Raya Nagoya Citywalk bukan sekadar pesta cahaya dan budaya. Di balik gemerlap lampion dan riuh atraksi barongsai, festival ini menjadi motor penggerak ekonomi mikro yang nyata dan terukur.

Berdasarkan hasil survei Pusat Kajian Daya Saing ASEAN, Politeknik Batam, jumlah pengunjung yang menembus angka 6.000 orang selama lima hari penyelenggaraan menghasilkan perputaran ekonomi lebih dari Rp1 miliar. Angka tersebut diperoleh melalui studi pengukuran multiplier effect, dengan menghitung omzet per UMKM yang kemudian diekstrapolasi terhadap total kunjungan.

Capaian ini menjadi indikator konkret kebangkitan kawasan Nagoya sekaligus percepatan implementasi Wilayah Penataan dan Pengembangan (WPP) Prioritas New Nagoya yang diinisiasi oleh BP Batam bersama Nagoya Citywalk.

Kepala BP Batam sekaligus Walikota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa kebangkitan Nagoya merupakan bagian dari strategi besar penguatan pusat perdagangan dan jasa Kota Batam.

“Nagoya adalah episentrum perdagangan Kota Batam. Ketika ruang publiknya hidup dan tertata, maka efek berantainya akan terasa terhadap UMKM, sektor jasa, hingga pariwisata. Inilah arah pembangunan kawasan yang terintegrasi,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).

Senada dengan itu, Wakil Kepala BP Batam sekaligus Wakil Walikota Batam, Li Claudia Chandra, menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

“Pertumbuhan ekonomi tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi pemerintah, pengelola kawasan, dan pelaku usaha menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” jelasnya.

Anggota/Deputi Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, menjelaskan bahwa revitalisasi Jalan Raya Nagoya merupakan bagian dari agenda besar pembangunan New Nagoya dalam kerangka WPP Prioritas.

Penataan tersebut meliputi peningkatan kualitas jalan dan pedestrian, pembaruan tata pencahayaan, penguatan konektivitas antarblok komersial, hingga integrasi fungsi perdagangan dan hiburan.

“WPP Prioritas New Nagoya dirancang untuk mentransformasi kawasan ini menjadi pusat perdagangan dan gaya hidup yang modern, terintegrasi, dan berdaya saing internasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, festival ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara infrastruktur, ruang publik, dan aktivitas ekonomi mampu menghasilkan dampak langsung terhadap perputaran ekonomi kawasan.

Owner Nagoya Citywalk, Suhendro, menyatakan kesiapan pihak swasta menjadi mitra strategis dalam mendukung implementasi WPP.

“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Ini menunjukkan bahwa Nagoya memiliki potensi besar sebagai pusat aktivitas ekonomi dan pariwisata. Kami siap berkolaborasi untuk pengembangan jangka panjang kawasan,” ungkapnya.

Festival yang digelar dalam rangka perayaan Tahun Baru Imlek 2577 ini menghadirkan instalasi lampion tematik, atraksi barongsai dan lion dance, fashion show spesial Imlek, serta bazaar UMKM yang melibatkan 30 tenant dalam radius ±200 meter.

Selama lima hari, seluruh tenant mencatatkan penjualan yang habis setiap malam. Pada puncak acara, 16 Februari 2026, tercatat 1.584 pengunjung masuk melalui gerbang utama, dengan estimasi total kunjungan mencapai sekitar 2.500 orang per malam.

Tak hanya warga lokal, pengunjung juga datang dari luar Kota Batam hingga wisatawan mancanegara seperti Singapura, Malaysia, Brunei, dan sejumlah negara lainnya. (***)

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *