Modus Kompartemen Rahasia Terbongkar, Ratusan iPhone Ilegal Disita di Pelabuhan Punggur

Inilah barang bukti yang diamankan pihak Bea Cukai Batam upaya penylundupan ratusan handphone bernilai miliaran rupiah di Pelabuhan Ro-Ro Telaga Punggur, Batam. (F-Ist BC Batam)

Batam (SN) – Pihak Bea Cukai Batam menggalkan dan mengungkap penyelundupan ratusan handphone bernilai miliaran rupiah di Pelabuhan Ro-Ro Telaga Punggur. Aksi ini terungkap saat sebuah truk pick-up yang hendak menyeberang ke Tanjung Buton, Siak, diamankan petugas.

Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Agung Widodo menerangkan, kasus ini bermula dari pengawasan rutin terhadap arus kendaraan dan penumpang yang akan berangkat menggunakan KMP Lome menuju Pelabuhan Mengkapan.

“Di tengah pemeriksaan yang berlangsung sekitar pukul 12.45 WIB, perhatian petugas tertuju pada sebuah truk pick-up yang tampak kosong tanpa muatan, namun justru mencurigakan,” katanya di Batam, Senin (13/4/2026).

Ditambahkannya, insting petugas terbukti tepat. Saat dilakukan pemeriksaan lebih mendalam, terungkap adanya kompartemen tersembunyi di balik dinding bak kendaraan. Dari ruang rahasia tersebut, petugas menemukan ratusan handphone berbagai merek yang disembunyikan rapi tanpa dokumen kepabeanan.

“Penemuan ini langsung ditindaklanjuti dengan penegahan dan penyegelan kendaraan beserta seluruh muatannya. Barang bukti kemudian diamankan ke Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam untuk proses lebih lanjut,” jelasnya.

Tak berhenti di situ tegasnya, petugas juga mengerahkan Unit K-9 guna memastikan tidak ada barang berbahaya lainnya. Hasilnya, tidak ditemukan indikasi narkotika, psikotropika, maupun prekursor.

“Dari hasil pencacahan, total barang bukti mencapai 337 unit handphone, terdiri dari berbagai model populer seperti iPhone 14, iPhone 15, iPhone 17 Pro Max, hingga Samsung Galaxy A57 5G. Nilai keseluruhan barang diperkirakan mencapai Rp3,76 miliar, dengan potensi kerugian negara sekitar Rp414 juta,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa modus penyembunyian dengan kompartemen rahasia menunjukkan adanya upaya terorganisir untuk menghindari pengawasan.

“Ini bukan sekadar pelanggaran biasa. Modus seperti ini mengindikasikan perencanaan yang matang. Kami akan terus memperketat pengawasan, khususnya di jalur-jalur rawan penyelundupan,” tegasnya. (***)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *