Menghidupkan Sejarah, Menggerakkan Ekonomi: Museum Tugu Bahasa Jadi Andalan Baru Kepri

Inilah desain pembangunan Museum dan Monumen Tugu Bahasa di Pulau Penyengat kian mendapat sorotan sebagai proyek strategis yang tak hanya mengangkat nilai sejarah, tetapi juga berpotensi menjadi magnet wisata baru di Kepulauan Riau. (F-Diskominfo Kepri)

Tanjungpinang (SN) – Pembangunan Museum dan Monumen Tugu Bahasa di Pulau Penyengat kian mendapat sorotan sebagai proyek strategis yang tak hanya mengangkat nilai sejarah, tetapi juga berpotensi menjadi magnet wisata baru di Kepulauan Riau.

Pulau Penyengat selama ini dikenal sebagai pusat warisan budaya Melayu dan memiliki keterkaitan erat dengan lahirnya bahasa Indonesia. Kini, kawasan tersebut bersiap memasuki babak baru melalui pembangunan museum yang akan memperkuat identitas sejarah sekaligus mendorong sektor pariwisata.

Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian Bappenas RI, Medrilzam, menilai proyek ini memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi destinasi unggulan, terutama setelah pembangunan museum dan monumen rampung sepenuhnya.

“Pulau Penyengat ini sangat besar potensinya untuk wisata sejarah dan kebudayaan,” ujarnya saat kunjungan lapangan.

Menurutnya, kehadiran museum tidak hanya menjadi simbol pelestarian sejarah, tetapi juga dapat menarik wisatawan dari dalam maupun luar negeri terlebih jika didukung dengan penyelenggaraan event berskala internasional.

Komitmen pemerintah pusat untuk mendorong realisasi proyek ini pun semakin kuat, mengingat nilai historis Pulau Penyengat sebagai salah satu titik penting dalam perkembangan bahasa Indonesia.

Kekaguman Medrilzam terhadap pulau tersebut semakin menegaskan daya tariknya. Ia menyempatkan diri mengunjungi sejumlah lokasi ikonik, seperti Masjid Raya Sultan Riau Penyengat dan Balai Adat, serta meninjau langsung lokasi yang direncanakan menjadi area pembangunan museum dan monumen.

“Kalau ke Kepri sangat disayangkan tidak sampai ke Penyengat. Ini bisa menjadi magnet tersendiri,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, mengungkapkan bahwa proses pembangunan akan segera memasuki tahap awal. Peletakan batu pertama direncanakan berlangsung pada Juni mendatang, setelah proses lelang manajemen konstruksi selesai.

“Kita lagi menunggu lelang. Perkiraan bulan Juni sudah mulai berjalan,” jelasnya.

Ia berharap, kehadiran Museum dan Monumen Tugu Bahasa nantinya mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Tanjungpinang dan sekitarnya. Lebih dari itu, proyek ini juga diyakini akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal, khususnya di Pulau Penyengat. (***)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *