Di Pulau Penyengat, Menag Nasaruddin Menemukan Jejak Leluhur

Menag Nasaruddin Umar membaca silsilah Raja Ali Haji di Balai Adat Indera Perkasa saat berkunjung ke Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kamis 15 Januari 2026.(Foto: istimewa-diskominfokepri)

Tanjungpinang (SN) – Pulau Penyengat menyambut kedatangan Menteri Agama Nasaruddin Umar dengan kisah sejarah yang hidup. Kamis, 15 Januari 2026, Menag menapakkan kaki di pulau kecil sarat warisan Melayu itu. Kekaguman tak ia sembunyikan.

Bagi Nasaruddin, Penyengat bukan sekadar destinasi sejarah. Pulau ini menyimpan jejak panjang peradaban Melayu dan tokoh-tokoh penting Kerajaan Riau-Lingga yang masih berpengaruh hingga kini.

Dalam kunjungan tersebut, Menag didampingi Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad serta Kepala Kanwil Kemenag Kepri Zoztafia.

Ziarah yang Menjadi Perjalanan Personal
Kunjungan ke Pulau Penyengat berubah menjadi perjalanan personal bagi Nasaruddin Umar. Ia berziarah ke makam Daeng Celak, Yang Dipertuan Muda Riau II (1728–1745). Nama itu bukan asing baginya.

“Daeng Celak merupakan bagian dari silsilah keluarga saya di Palopo, Sulawesi,” kata Nasaruddin usai berziarah.

“Alhamdulillah, di sini saya akhirnya bisa berziarah ke makam nenek moyang saya,” tambah menteri kelahiran Ujung, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan itu.

Selain makam Daeng Celak, Menag juga menyambangi makam para raja Melayu serta meninjau sejumlah fasilitas pendukung pariwisata Pulau Penyengat.

Salat Subuh Bersama Warga di Masjid Raya Sultan Riau
Kegiatan Menag di Pulau Penyengat diawali dengan salat subuh berjemaah di Masjid Raya Sultan Riau.

Masjid bersejarah itu kembali menjadi ruang pertemuan antara negara, agama, dan masyarakat.

Silaturahmi ke Kemenag Kepri dan Gerakan Hijaukan Bumi
Dari Pulau Penyengat, Nasaruddin Umar melanjutkan agenda ke Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau. Ia bersilaturahmi dengan para pegawai Kemenag Kepri dan meninjau langsung layanan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Kegiatan itu dirangkai dengan penanaman pohon dalam gerakan “Hijaukan Bumi”, sebagai bentuk komitmen Kementerian Agama terhadap pelestarian lingkungan dan penguatan ekologi.

Pada kesempatan yang sama, Menag menandatangani, penyerahan lahan dari Kementerian Agama kepada Kanwil Kemenag Kabupaten Kepulauan Anambas, serta penandatanganan pembangunan MAN Natuna.

Pesan Menag: Ikhlas, Sabar, dan Tetap Tersenyum
Di hadapan para ASN Kemenag Kepri, Nasaruddin Umar menyampaikan pesan moral yang tegas. Ia meminta seluruh pegawai meneladani nilai-nilai Asmaul Husna dalam menjalankan tugas.

“Sebagai bagian dari Kementerian Agama, seluruh pegawai harus menanamkan citra yang baik dan positif dalam melayani masyarakat,” kata Nasaruddin.

Ia menekankan pentingnya bekerja dengan keikhlasan dan kesabaran.

“Berikan pelayanan maksimal tanpa mengharapkan imbalan atau pujian. Bahkan tetaplah tersenyum saat mendapat cemoohan, sebagaimana sifat As-Sabur,” ujarnya.

Menag juga mengingatkan ASN Kemenag Kepri untuk menjaga kebersihan hati, menjauhi korupsi, serta menghindari segala hal yang haram. Pengabdian, kata dia, harus semata-mata diniatkan karena Allah SWT.

Penulis: Zulfikar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *