KURMA 2026 Jadi Mesin Ekonomi Ramadan Kepri, Ansar Padukan UMKM, Layanan Publik, dan Wisata Religi

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad memimpin rapat persiapan KURMA 2026.(Foto: istimewa-diskominfokepri)

Tanjungpinang (SN) – Ramadan 2026 di Kepulauan Riau (Kepri) tak sekadar menghadirkan suasana ibadah. Pemerintah Provinsi Kepri menyiapkan panggung besar bertajuk KURMA 2026 Kepri untuk menggerakkan UMKM, memperluas layanan publik, dan menguatkan ekonomi syariah.

Gubernur Ansar Ahmad memastikan ajang ini menyatukan spiritualitas dan perputaran ekonomi dalam satu ekosistem kegiatan.

Ansar merancang KURMA 2026 Kepri sebagai event terpadu Ramadan. Ia memadukan bazar UMKM Kepri, pelayanan publik, edukasi ekonomi syariah, promosi pariwisata, hingga kegiatan religi dalam satu lokasi.

Pemerintah ingin masyarakat beribadah sekaligus mengakses layanan dan menggerakkan ekonomi keluarga.

Konsep ini menjawab kebutuhan Ramadan Kepri yang selama ini tersebar di berbagai titik. Kini, Pemprov mengonsolidasikan seluruh aktivitas dalam satu agenda terintegrasi. Strategi ini memperkuat belanja lokal, mendorong transaksi UMKM, dan mempercepat akses layanan publik.

Di lokasi KURMA 2026 Kepri, masyarakat bisa mengurus berbagai layanan secara langsung. Pemerintah menghadirkan pelayanan Hak Kekayaan Intelektual dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, layanan kepesertaan dari BPJS Kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis oleh Dinas Kesehatan bersama Kimia Farma, serta layanan pengawasan obat dan makanan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Warga juga dapat mengakses layanan pajak kendaraan melalui Samsat/Bapenda, pelayanan keimigrasian, konsultasi haji dari Kantor Wilayah Kementerian Agama, layanan zakat dari Badan Amil Zakat Nasional, hingga fasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku usaha.

Di sektor keuangan, KURMA 2026 Kepri menggandeng Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan wilayah Kepri. Sejumlah bank nasional dan daerah ikut terlibat, antara lain Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, Bank Tabungan Negara, Bank Syariah Indonesia, Bank Riau Kepri, dan Bank Central Asia. Kolaborasi ini membuka akses literasi dan layanan perbankan langsung bagi masyarakat.

Untuk menjaga daya beli selama Ramadan Kepri, Disperindag dan Dinas Ketahanan Pangan menyiapkan pasar murah sembako. Pemerintah juga menghadirkan zona promosi pariwisata bertema bahari, nature, dan adventure, lengkap dengan permainan rakyat dan pertunjukan seni budaya Melayu.

Rangkaian kegiatan religi seperti lomba adzan, da’i, sholawat, kompang, dan busana muslim meramaikan agenda hingga penutupan pada 8 Maret 2026 di Tanjungpinang.

“Melalui KURMA 2026 Kepri, kita ingin menghadirkan Ramadan yang tidak hanya khusyuk secara spiritual, tetapi juga berdampak secara ekonomi. Inilah komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam membangun ekonomi umat sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat,” ujar Ansar.

Pemprov menargetkan KURMA 2026 Kepri menjadi lokomotif ekonomi Ramadan Kepri. Event ini mendorong transaksi UMKM Kepri, memperluas inklusi keuangan syariah, dan mempercepat sertifikasi halal. Kehadiran pasar murah Ramadan juga membantu masyarakat menjaga stabilitas pengeluaran rumah tangga.

Ke depan, Pemprov akan mengevaluasi capaian transaksi UMKM, jumlah layanan publik yang terakses, serta partisipasi perbankan dan lembaga keuangan.
Pemerintah ingin menjadikan KURMA Kepri sebagai agenda tahunan yang terukur dan berdampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *