Kemenkes Mulai Vaksinasi MR untuk Tenaga Kesehatan, Perkuat Perlindungan di Tengah Penurunan Kasus Campak

Kemenkes resmi memulai program imunisasi Measles-Rubella (MR) bagi tenaga medis, tenaga kesehatan, dan dokter internship mulai 10 April 2026. (F-Kemenkes)

Jakarta (SN) – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi memulai program imunisasi Measles-Rubella (MR) bagi tenaga medis, tenaga kesehatan, dan dokter internship mulai 10 April 2026. Program ini bertujuan melindungi tenaga kesehatan yang berisiko tinggi tertular campak sekaligus memutus rantai penularan di fasilitas layanan kesehatan.

Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, menyebutkan sasaran imunisasi ini mencapai lebih dari 290 ribu orang. Terdiri dari 39.212 tenaga medis, 223.150 tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus tertinggi, serta 28.321 dokter internship di seluruh Indonesia.

“Kami ingin memastikan tenaga kesehatan terlindungi karena mereka berada di garis depan dan rentan tertular campak,” ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (10/4/2026).

Data Kemenkes menunjukkan tren kasus campak nasional menurun, dari 2.220 kasus pada awal 2026 menjadi 195 kasus pada minggu ke-13. Meski begitu, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama di provinsi dengan kasus tinggi seperti Aceh, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Barat.

Capaian imunisasi respons wabah (ORI) juga terus ditingkatkan. Per 9 April 2026, Kota Depok sudah mencapai 100%, Kabupaten Bima 80,8%, dan Kota Palembang 60,9%.

Imunisasi MR diberikan di rumah sakit masing-masing dengan dosis 0,5 ml secara subkutan. Pemberian vaksin disesuaikan dengan riwayat imunisasi sebelumnya:

Sudah dua dosis: tidak perlu vaksin ulang, Satu dosis: ditambah satu dosis dan Belum pernah: dua dosis dengan jarak minimal 28 hari

Program ini diluncurkan serentak di enam rumah sakit, termasuk RSUP H. Adam Malik Medan, RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang, RS Pusat Otak Nasional Jakarta, RSPI Sulianti Saroso Jakarta, RSUD Kota Bandung, dan RS Kemenkes Makassar.

Sejumlah rumah sakit menyatakan siap mendukung program ini. RSUP H. Adam Malik menargetkan 160 tenaga kesehatan divaksin pada hari pertama, sementara RSUP Mohammad Hoesin menyiapkan layanan untuk 100 tenaga kesehatan. (***)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *