Example 728x250
KESEHATANTanjungpinang

Kasus ISPA di Tanjungpinang Melonjak, Orang Tua Diimbau Lindungi Anak dari Polusi Udara

1
×

Kasus ISPA di Tanjungpinang Melonjak, Orang Tua Diimbau Lindungi Anak dari Polusi Udara

Sebarkan artikel ini
Kasus ISPA di Kota Tanjungpinang mengalami peningkatan dalam sepekan. Dari 217 kasus pada minggu ke-39, jumlahnya naik menjadi 334 kasus pada minggu ke-40 tahun 2026. Peningkatan ini terjadi di tengah kondisi kualitas udara yang tidak sehat akibat kabut asap kiriman dari karhutla. Terlihat suasana jalanan di Tanjungpinang, Kemarin. (F-Sketsanews)

Tanjungpinang (SN) – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Tanjungpinang mengalami peningkatan dalam sepekan. Dari 217 kasus pada minggu ke-39, jumlahnya naik menjadi 334 kasus pada minggu ke-40 tahun 2026.

Peningkatan ini terjadi di tengah kondisi kualitas udara yang tidak sehat. Situasi tersebut mendorong Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar lebih waspada terhadap dampak polusi udara pada kesehatan anak.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang, Rustam, menekankan pentingnya melindungi anak-anak, terutama balita, dari paparan udara yang tercemar.

Ia menyarankan orang tua membatasi aktivitas anak di luar ruangan, termasuk mengurangi atau menghentikan sementara kegiatan bermain di luar rumah selama kualitas udara belum membaik. Orang tua juga diminta mengikuti arahan sekolah dan kebijakan pemerintah setempat terkait kegiatan di luar ruangan.

“Masyarakat diharapkan lebih memperhatikan kondisi udara dan menerapkan langkah pencegahan, terutama untuk melindungi balita dan anak-anak dari paparan polusi,” ujar Rustam, Rabu (14/10/2026).

Rustam mengatakan, apabila anak terpaksa beraktivitas di luar rumah saat udara berpolusi atau berasap, orang tua perlu memastikan anak menggunakan masker yang sesuai dengan ukuran wajah. Masker harus terpasang rapat serta menutupi hidung dan mulut agar dapat membantu mengurangi paparan partikel pencemar.

Upaya perlindungan juga perlu dilakukan di dalam rumah. Rustam menyarankan masyarakat menutup pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya polusi dari luar, terutama ketika kualitas udara memburuk.

Selain itu, orang tua diminta menjauhkan anak dari sumber pencemaran lain di lingkungan sekitar, seperti asap rokok dan pembakaran sampah secara terbuka.

“Untuk mengurangi paparan polusi di dalam rumah, pintu dan jendela sebaiknya ditutup,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga asupan cairan dan gizi anak. Orang tua perlu memastikan anak mendapatkan makanan bergizi, minum air putih yang cukup, serta memantau kondisi kesehatannya secara berkala.

Jika anak menunjukkan gejala gangguan pernapasan, seperti sesak napas, batuk berkepanjangan, atau demam tinggi, orang tua diminta segera membawanya ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

“Jika anak mengalami sesak napas, batuk berkepanjangan, atau demam tinggi, segera bawa ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut,” pesan Rustam. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *