Jangan Takut Lemas, Ini Fakta Olahraga Saat Puasa yang Perlu Diketahui

Banyak orang masih ragu untuk berolahraga saat menjalani puasa. Kekhawatiran pun bermunculan, mulai dari takut tubuh menjadi lemas, haus berlebihan, hingga risiko dehidrasi. Ilustrasi Muslimah sedang berolahraga. (F-Freepik.com)

Ramadan (SN) – Banyak orang masih ragu untuk berolahraga saat menjalani puasa. Kekhawatiran pun bermunculan, mulai dari takut tubuh menjadi lemas, haus berlebihan, hingga risiko dehidrasi. Tak sedikit pula yang memilih berhenti berolahraga selama Ramadan demi menjaga energi tetap stabil.

Namun, benarkah olahraga saat puasa berbahaya?

Menahan lapar dan haus selama lebih dari 12 jam memang membuat tubuh terasa berbeda dari biasanya. Rasa lemas dan lelah kerap muncul akibat perubahan pola makan dan minum. Meski begitu, kondisi ini umumnya normal dan bukan pertanda bahaya, selama tubuh tetap dalam keadaan sehat.

Memang benar, risiko dehidrasi bisa terjadi jika olahraga dilakukan secara berlebihan atau tanpa persiapan yang tepat. Namun, dengan strategi yang benar, olahraga saat puasa tetap aman dilakukan, bahkan memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan.

Manfaat Olahraga Saat Puasa

Berolahraga secara rutin saat puasa justru dapat membantu menjaga kebugaran tubuh. Sejumlah manfaat yang bisa diperoleh antara lain:

  • Suasana hati (mood) menjadi lebih baik
  • Berat badan lebih terkontrol
  • Tubuh tetap bugar dan tidak mudah pegal
  • Sensitivitas insulin meningkat
  • Daya tahan tubuh lebih terjaga

Dengan catatan, olahraga dilakukan secara bijak dan disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.

Tips Aman Berolahraga Saat Puasa

Agar tetap aman dan nyaman, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan berolahraga saat puasa:

1. Perhatikan menu sahur. Konsumsi makanan bergizi seimbang agar energi tercukupi sepanjang hari.

2. Cukupi kebutuhan cairan. Pastikan minum setidaknya 8 gelas air putih yang dibagi antara waktu berbuka hingga sahur.

3. Istirahat yang cukup. Jika memungkinkan, sempatkan tidur siang agar tubuh lebih segar sebelum berolahraga.

4. Pilih waktu yang tepat. Waktu terbaik untuk olahraga adalah menjelang berbuka atau setelah berbuka puasa.

5. Berikan jeda setelah makan. Jika berolahraga setelah berbuka, tunggu sekitar 1–2 jam setelah makan. Hindari olahraga terlalu dekat dengan waktu tidur agar kualitas istirahat tidak terganggu.

6. Lakukan pemanasan dan pendinginan. Ini penting untuk mencegah cedera dan membantu tubuh beradaptasi.

Pilih Olahraga Intensitas Ringan

Selama puasa, disarankan memilih olahraga dengan intensitas rendah seperti jalan santai, bersepeda santai, yoga, pilates, atau tai chi. Durasi idealnya sekitar 30–50 menit, sebanyak 2–3 kali dalam seminggu.

Yang terpenting, kenali kondisi tubuh Anda. Jika merasa sangat lemas atau tidak fit, jangan memaksakan diri. Bagi yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk menentukan jenis olahraga yang sesuai.

Jadi, tak perlu takut untuk tetap aktif saat puasa. Selama dilakukan dengan cara yang tepat dan tidak berlebihan, olahraga justru bisa membantu tubuh tetap sehat dan bugar sepanjang bulan puasa. (***)

Sumber : alodokter

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *