Batam (SN) – DPRD Kota Batam secara resmi mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam dalam Rapat Paripurna Perdana Tahun 2026 yang digelar Rabu (7/1/2026) siang di ruang sidang utama DPRD Kota Batam.
Paripurna dipimpin Ketua DPRD Kota Batam, Haji Muhammad Kamaluddin, didampingi Wakil Ketua I Haji Aweng Kurniawan dan diikuti anggota DPRD Kota Batam dan Walikota Batam Amsakar Achmad dan jajaran pejabat lainnya.
Ranperda LAM tersebut diajukan sebagai Ranperda inisiatif DPRD dan disampaikan oleh juru bicara Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), Kamaruddin Muda. Ia menegaskan bahwa pembentukan Ranperda ini merupakan bentuk komitmen DPRD dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya Melayu sebagai identitas Kota Batam.
“Ranperda ini kami pandang sangat penting untuk memperkuat jati diri budaya Melayu sekaligus menjamin penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat di tengah pesatnya pembangunan Batam sebagai kota industri dan kawasan perdagangan bebas yang multietnis,” ujar Kamaruddin dalam penyampaiannya.
Menurutnya, penyusunan Ranperda LAM Kota Batam telah melalui proses yang komprehensif dan partisipatif. DPRD melakukan konsultasi intensif dengan pengurus LAM Kota Batam, menyusun naskah akademik bersama Universitas Maritim Raja Ali Haji, serta melakukan audiensi dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
“Kami ingin Ranperda ini memiliki dasar akademik dan yuridis yang kuat agar dapat diterapkan secara efektif,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kamaruddin menyampaikan bahwa Ranperda ini diharapkan dapat memperkuat peran LAM sebagai mitra strategis Pemerintah Kota Batam, tidak hanya dalam pelestarian budaya, tetapi juga dalam memberikan pertimbangan kebijakan serta menjaga keharmonisan sosial di tengah keberagaman masyarakat Batam.
DPRD Kota Batam berharap Ranperda tentang Lembaga Adat Melayu ini dapat dibahas secara mendalam bersama Pemerintah Kota Batam dan seluruh pemangku kepentingan, hingga ditetapkan menjadi Peraturan Daerah yang mampu memperkokoh identitas budaya dan mendukung pembangunan Kota Batam yang berkelanjutan. (SN)
Editor : M Nazarullah
