Example 728x250
Berita KepriOLAHRAGA

IPSI Kepri Siapkan Pesilat Terbaik di Porprov VI 2026, Batam dan Bintan Jadi Perhatian

2
×

IPSI Kepri Siapkan Pesilat Terbaik di Porprov VI 2026, Batam dan Bintan Jadi Perhatian

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum Pengprov IPSI Kepri, Sugianto. (F-Dok IPSI Kepri)

Tanjungpinang (SN) – Persiapan cabang olahraga pencak silat menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kepulauan Riau (Kepri) 2026 terus dimatangkan. Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (Pengprov IPSI) Kepri tidak hanya berfokus pada kesiapan pertandingan, tetapi juga menjadikan ajang ini sebagai momentum untuk mengukur hasil pembinaan atlet di kabupaten/kota.

Ketua Umum Pengprov IPSI Kepri, Sugianto, mengatakan panitia bersama jajaran IPSI terus melakukan berbagai persiapan agar pertandingan pencak silat di Tanjungpinang dapat berlangsung sesuai ketentuan.

“Persiapan terus kita matangkan, baik dari sisi teknis pertandingan maupun penyelenggaraannya. Pertandingan nanti akan mengacu pada peraturan terbaru yang berlaku pada 2026,” kata Sugianto, Senin (19/10/2026).

Pada Porprov VI Kepri, cabang pencak silat akan mempertandingkan 15 nomor laga dan enam nomor seni. Untuk kategori laga putra tersedia kelas A hingga I, sedangkan putri mempertandingkan kelas A hingga E. Sementara nomor seni mencakup kategori tunggal, ganda, dan beregu.

Berdasarkan data IPSI Kepri, terdapat 26 atlet yang tercatat sesuai nomor pertandingan. Namun, tidak semua kabupaten/kota mengirimkan atlet secara penuh pada setiap nomor yang tersedia.

Kondisi tersebut membuat persaingan antardaerah diperkirakan berlangsung kompetitif. Setiap kontingen memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan atlet hasil pembinaan masing-masing sekaligus membuktikan kualitasnya di arena pertandingan.

Dalam persaingan perebutan gelar juara umum, Kota Batam dan Kabupaten Bintan menjadi dua daerah yang mendapat perhatian. Keduanya diperkirakan mampu memberikan persaingan dalam perebutan prestasi di cabang pencak silat.

Meski demikian, Sugianto menegaskan bahwa penetapan target medali merupakan kewenangan masing-masing kabupaten/kota. Pengprov IPSI Kepri tidak mencampuri target yang ditetapkan setiap daerah, melainkan berfokus pada kelancaran penyelenggaraan dan perkembangan prestasi atlet.

“Kalau soal target medali, itu menjadi kewenangan masing-masing kabupaten/kota. Kami di provinsi lebih berfokus pada bagaimana pertandingan bisa berjalan dengan baik dan sesuai aturan,” ujarnya.

Di tengah persiapan tersebut, persoalan anggaran masih menjadi salah satu tantangan bagi panitia pelaksana. Kendati demikian, IPSI Kepri tetap berupaya agar pertandingan dapat terlaksana dengan baik meskipun menghadapi keterbatasan anggaran.

Di sisi atlet, persiapan telah dilakukan oleh masing-masing kabupaten/kota melalui program latihan dan pemusatan latihan. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesiapan fisik, kematangan teknik, serta mental bertanding sebelum turun ke arena Porprov.

Seleksi atlet pun dilakukan melalui mekanisme yang berbeda di setiap daerah. Sebagian atlet merupakan hasil Pekan Olahraga Kota atau kabupaten, sedangkan daerah lainnya menggelar seleksi tersendiri melalui Pengcab IPSI masing-masing.

Dengan proses seleksi tersebut, para atlet yang tampil diharapkan merupakan pesilat terbaik yang siap membawa nama daerahnya. Porprov juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi sejauh mana pembinaan yang selama ini dilakukan telah menghasilkan atlet kompetitif.

Bagi Sugianto, keberhasilan pencak silat tidak semestinya hanya diukur dari jumlah medali yang diraih. Ajang olahraga tingkat provinsi ini juga menjadi bagian dari proses mencari atlet potensial untuk dipersiapkan menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.

IPSI Kepri turut memberi perhatian terhadap atlet-atlet yang memiliki pengalaman bertanding di tingkat nasional, termasuk pada ajang PON Beladiri dan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas).

Pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal bagi para pesilat untuk terus meningkatkan kemampuan dan menghadapi persaingan yang lebih ketat. Hasil Porprov nantinya dapat menjadi salah satu bahan evaluasi untuk melihat potensi atlet yang layak mendapat pembinaan lanjutan.

“Harapan kita, Porprov ini bukan hanya menjadi ajang untuk meraih medali, tetapi juga melahirkan atlet-atlet potensial yang bisa dipersiapkan untuk memperkuat Kepri pada kejuaraan tingkat nasional,” kata Sugianto.

Ia berharap momentum Porprov VI Kepri dapat memberikan dampak positif bagi keberlanjutan pembinaan pencak silat di daerah. Atlet yang menunjukkan kemampuan dan prestasi diharapkan memiliki kesempatan untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk dalam persiapan menghadapi agenda Pra-PON mendatang sesuai mekanisme yang berlaku. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *