Batam (SN) – Komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) untuk menjaga kesejahteraan masyarakat dan kehidupan keagamaan kembali ditegaskan.
Di tengah peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Gubernur Kepri Ansar Ahmad memastikan berbagai program bantuan sosial dan keagamaan tetap berlanjut pada tahun anggaran 2026.
Pesan itu Ansar sampaikan saat menghadiri Tausiyah Peringatan Isra Mi’raj di Masjid Bukit Indah Sukajadi, Kota Batam, Sabtu, 17 Januari 2026.
Di hadapan jamaah, Ansar menekankan bahwa pembangunan Kepri tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan nilai keimanan dan kesejahteraan umat.
Program Keagamaan dan Kesejahteraan Tetap Berlanjut
Ansar menjelaskan, Pemprov Kepri telah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat kehidupan keagamaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Program tersebut mencakup hibah rumah ibadah, insentif keagamaan, hingga subsidi pembiayaan margin 0 persen bagi pelaku usaha kecil.
“Program yang kami jalankan antara lain bantuan hibah rumah ibadah, insentif keagamaan bagi guru TPQ, penyuluh non-ASN dan pemuka agama, pengiriman mubaligh ke wilayah hinterland dengan dukungan dana bulanan, serta subsidi pembiayaan margin nol persen,” ujar Ansar di Batam.
Menurutnya, program-program tersebut dirancang untuk menjangkau masyarakat hingga ke wilayah pesisir dan pulau-pulau terluar Kepri, yang selama ini menghadapi keterbatasan akses layanan keagamaan dan ekonomi.
Isra Mi’raj sebagai Penguat Nilai Kehidupan
Dalam kesempatan yang sama, Ansar juga mengajak masyarakat memaknai peringatan Isra Mi’raj sebagai momentum refleksi spiritual.
Ia menilai peristiwa tersebut sarat pesan moral yang relevan dengan kehidupan umat Islam saat ini.
Isra Mi’raj, kata Ansar, menjadi pengingat untuk memperkuat kecintaan kepada Allah SWT, meneguhkan keimanan, serta meneladani kesabaran dan keikhlasan Nabi Muhammad SAW.
“Perjalanan Nabi Muhammad SAW hingga langit ketujuh untuk menerima perintah salat lima waktu menunjukkan ketaatan dan kesabaran, sekaligus kasih sayang Allah SWT kepada umat-Nya. Peristiwa ini harus menjadi penguat iman dan pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ansar.
Rp105,06 Miliar untuk Program Kesejahteraan dan Keagamaan
Berdasarkan rangkuman berbagai sumber, pada tahun anggaran 2025, Pemprov Kepri telah mengalokasikan Rp105,06 miliar untuk mendukung program kesejahteraan masyarakat dan keagamaan.
Anggaran tersebut menyasar berbagai kelompok strategis, mulai dari pelaku UMKM hingga tenaga pendidik dan nelayan.
Bantuan terbesar mengalir melalui subsidi pembiayaan margin 0 persen bagi 1.620 pelaku UMKM se-Kepri dengan nilai Rp38 miliar. Selain itu, Pemprov Kepri juga membiayai BPJS Ketenagakerjaan bagi 31.304 nelayan dengan anggaran Rp6,3 miliar.
Insentif Aparat, Guru, dan Rumah Ibadah
Pemprov Kepri juga menyalurkan insentif kepada 1.000 Babinsa, Babinpotmar, Babinpotdigra, dan Babinkamtibmas, masing-masing sebesar Rp2,5 juta, dengan total anggaran Rp2,5 miliar. Sementara itu, hibah untuk 334 rumah ibadah di seluruh Kepri mencapai Rp46,1 miliar.
Di sektor pendidikan dan keagamaan, pemerintah daerah mengalokasikan Rp2,5 miliar untuk insentif 5.044 guru PAUD, Rp2,99 miliar untuk beasiswa mahasiswa jenjang D3 hingga S2 bagi 1.187 penerima, serta Rp6,67 miliar untuk insentif keagamaan bagi 13.348 guru pendidikan keagamaan nonformal dan penyuluh agama non-PNS.
Penulis: Zulfikar
