Dua Pekerja Terseret Arus Kuat di Perairan Pulau Poto, Satu Tewas dan Satu Masih Hilang

KPP Tanjungpinang menggelar operasi pencarian dan pertolongan (SAR) setelah insiden kondisi membahayakan manusia yang menimpa dua orang pekerja di perairan Pulau Poto, tepatnya di depan PT BAI, Kabupaten Bintan, Selasa (20/1/2026). (F-KPP Tpi)

Tanjungpinang (SN) – Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Tanjungpinang tengah menggelar operasi pencarian dan pertolongan (SAR) setelah insiden kondisi membahayakan manusia yang menimpa dua orang pekerja di perairan Pulau Poto, tepatnya di depan PT BAI, Kabupaten Bintan, Selasa (20/1/2026).

Pelaksana Harian (Ph) Kepala KPP Tanjungpinang, Muhammad Fathur Rachman, mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 19 Januari 2026.

“Kejadian bermula saat para korban berenang di sekitar ponton pengeboran milik PT Shandong Geologi Eksplorasi,” ujar Fathur.

Ia menjelaskan, salah satu korban bernama Malik tiba-tiba terseret arus laut yang sangat kuat hingga berteriak meminta pertolongan.

“Mendengar teriakan tersebut, dua rekannya, Ranggi dan Reza Ade Jumawar, langsung berupaya menolong dengan melompat ke laut. Namun arus yang deras justru menyeret keduanya,” katanya.

Menurut Fathur, Ranggi berhasil menyelamatkan diri dengan naik kembali ke atas ponton dan segera meminta bantuan kepada pekerja lain di lokasi kejadian.

“Sementara dua korban lainnya, yakni Malik dan Reza, tidak dapat segera dievakuasi,” tambahnya.

Dalam pencarian awal, Tim SAR menemukan Reza Ade Jumawar (27) dalam kondisi meninggal dunia. Korban diketahui merupakan warga Kampung Bina Maju, Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur.

“Korban Reza ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, sedangkan satu korban atas nama Malik hingga kini masih dinyatakan hilang,” jelas Fathur.

Malik diketahui merupakan warga Ganet, Kota Tanjungpinang, dan saat ini masih dalam pencarian oleh Tim SAR Gabungan.

Fathur menambahkan, pihaknya menerima laporan resmi dari Kanit Reskrim Polsek Bintan Timur, Ipda Daeng Salamun, pada pukul 19.00 WIB.

“Setelah menerima laporan, kami langsung berkoordinasi dengan Polsek Bintan Timur, Polair Bintan, dan Pos TNI AL Kijang untuk memvalidasi kronologi serta titik koordinat lokasi kejadian,” ujarnya.

Sebanyak empat personel Tim Rescue KPP Tanjungpinang dikerahkan menuju Lokasi Kejadian Kecelakaan (LKK) menggunakan Rescue Car Type II, perahu karet, dan mesin tempel. Jarak lokasi kejadian sekitar 11,15 nautical mile (NM) dari Kantor SAR Tanjungpinang.

“Pencarian kami fokuskan pada penyisiran permukaan perairan di sekitar Pulau Poto. Operasi SAR akan terus dilanjutkan secara maksimal sesuai prosedur yang berlaku,” tutup Fathur. (ML-SN)

Editor : M Nazarullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *