Example 728x250
BintanTanjungpinang

Cadangan Listrik Bintan Hanya 30–34 MW, Rudy Chua Ingatkan Potensi Pemadaman Bergilir hingga Tengah Malam

3
×

Cadangan Listrik Bintan Hanya 30–34 MW, Rudy Chua Ingatkan Potensi Pemadaman Bergilir hingga Tengah Malam

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Daerah Pemilihan Kota Tanjungpinang, Rudy Chua. (F-Dok DPRD Kepri)

Tanjungpinang (SN) – Pasokan listrik di Pulau Bintan, termasuk Kota Tanjungpinang, masih berpotensi mengalami pemadaman bergilir menyusul belum adanya kepastian kapan pembangkit listrik di Batam dapat kembali beroperasi normal. Kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada masyarakat apabila perbaikan pembangkit belum rampung dalam waktu dekat.

Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Daerah Pemilihan Kota Tanjungpinang, Rudy Chua, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada kepastian mengenai kesiapan pembangkit di Batam. Jika proses perbaikan belum selesai, pemadaman bergilir terpaksa dilakukan untuk menyesuaikan keterbatasan pasokan listrik yang tersedia.

“Sampai sekarang belum ada kepastian kapan pembangkit di Batam bisa siap beroperasi kembali. Kalau belum juga siap, kemungkinan pemadaman bergilir masih akan terjadi,” ujar Rudy Chua di Tanjungpinang, Senin (12/10/2026).

Ia menjelaskan, cadangan daya yang tersedia dari genset PLN saat ini hanya berkisar 30 hingga 34 megawatt (MW). Sementara itu, kebutuhan listrik untuk wilayah Pulau Bintan, termasuk Tanjungpinang, diperkirakan mencapai 90 hingga 100 MW.

Kesenjangan antara daya cadangan dan kebutuhan listrik tersebut membuat pasokan yang tersedia belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat secara bersamaan. Karena itu, pengaturan pasokan melalui pemadaman bergilir menjadi salah satu kemungkinan yang harus diantisipasi selama kondisi kelistrikan belum pulih.

“Cadangan daya dari genset PLN hanya sekitar 30 sampai 34 MW, sedangkan kebutuhan listrik di Pulau Bintan, termasuk Tanjungpinang, mencapai sekitar 90 hingga 100 MW. Artinya, daya yang tersedia masih jauh dari kebutuhan,” jelasnya.

Rudy juga mengingatkan masyarakat agar bersiap menghadapi kemungkinan pemadaman dengan durasi cukup panjang. Pemadaman tidak menutup kemungkinan berlangsung hingga tengah malam, bergantung pada kondisi pasokan dan pengaturan distribusi listrik.

Untuk sementara, wilayah yang masih mengalami pemadaman akan diupayakan mendapat pasokan secara bergantian. Dengan pola tersebut, masyarakat diharapkan dapat memahami kondisi yang sedang dihadapi sembari menunggu perbaikan pembangkit di Batam selesai.

Di tengah situasi ini, Rudy mengimbau masyarakat agar tetap mengutamakan keselamatan, terutama saat menggunakan alat penerangan alternatif ketika listrik padam.

“Saya mengimbau masyarakat agar berhati-hati jika menggunakan lilin sebagai alat penerangan. Jangan meletakkannya dekat benda yang mudah terbakar dan pastikan lilin tidak ditinggalkan dalam keadaan menyala,” pesannya.

Selain itu, ia meminta masyarakat yang wilayahnya mendapat giliran listrik menyala agar menggunakan energi secara bijak dan mengurangi pemakaian listrik yang tidak mendesak.

Menurutnya, langkah sederhana seperti mematikan lampu yang tidak diperlukan serta menunda penggunaan peralatan listrik berdaya besar dapat membantu mengurangi beban pemakaian listrik selama pasokan masih terbatas.

“Bagi masyarakat yang listriknya sudah menyala, saya berharap bisa mengurangi pemakaian listrik yang tidak terlalu diperlukan. Kita perlu saling membantu agar pasokan yang tersedia bisa dimanfaatkan sebaik mungkin dan dampak pemadaman dapat diminimalkan,” katanya.

Terkait jadwal pemadaman bergilir, Rudy menyampaikan bahwa informasi lebih lanjut akan dibagikan setelah jadwal tersebut siap. Masyarakat diharapkan mengikuti informasi resmi yang disampaikan agar dapat menyesuaikan aktivitas sehari-hari.

“Untuk jadwal pemadaman, nanti akan dibagikan setelah sudah siap. Kita berharap masyarakat bisa mendapatkan informasi yang jelas sehingga dapat mengatur kegiatan selama listrik belum normal,” ujarnya.

Rudy berharap proses perbaikan pembangkit di Batam dapat segera diselesaikan sehingga pasokan listrik di Batam maupun Bintan kembali normal. Ia juga berharap kondisi ini segera teratasi agar aktivitas masyarakat, pelayanan publik, dan kegiatan usaha tidak terus terganggu.

“Mudah-mudahan perbaikan pembangkit di Batam bisa segera selesai dan pasokan listrik kembali normal, baik di Batam maupun Bintan. Semoga masyarakat bisa segera kembali beraktivitas seperti biasa tanpa terganggu pemadaman,” tutupnya. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *