Example 728x250
Berita KepriEKONOMIKarimun

Bupati Karimun Dorong Tenun Tradisional Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat

4
×

Bupati Karimun Dorong Tenun Tradisional Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Bupati Karimun Ing. H. Iskandarsyah memberikan sambutan sekaligus secara resmi membuka kegiatan Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengembangan Industri Tenun Tradisional, Senin (10/8/2026). (F-Pemkab karimun)

Karimun (SN) – Pemerintah Kabupaten Karimun terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan potensi ekonomi berbasis budaya dan kearifan lokal. Salah satunya dilakukan melalui pengembangan industri tenun tradisional yang dinilai memiliki peluang besar untuk meningkatkan keterampilan, membuka lapangan kerja, sekaligus menambah pendapatan masyarakat.

Komitmen tersebut ditunjukkan Bupati Karimun Ing. H. Iskandarsyah saat secara resmi membuka kegiatan Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengembangan Industri Tenun Tradisional, Senin (10/8/2026).

Bagi Pemerintah Kabupaten Karimun, pengembangan tenun tidak semata-mata diarahkan untuk menjaga keberadaan warisan budaya, tetapi juga menjadikannya sebagai bagian dari kekuatan ekonomi masyarakat.

Bupati Iskandarsyah mengatakan, tenun tradisional memiliki nilai budaya sekaligus nilai ekonomi yang dapat terus dikembangkan apabila dikelola secara serius dan melibatkan masyarakat secara langsung.

“Pelestarian tenun tradisional bukan hanya tentang menjaga warisan budaya, tetapi juga bagaimana budaya tersebut dapat terus berkembang dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Iskandarsyah.

Menurutnya, pemberdayaan masyarakat melalui industri tenun dapat menjadi salah satu langkah konkret untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat. Masyarakat tidak hanya didorong untuk mempertahankan keterampilan menenun, tetapi juga diarahkan agar mampu mengembangkan produk yang memiliki daya saing dan nilai jual.

“Pengembangan industri tenun harus mampu membuka peluang usaha, meningkatkan keterampilan masyarakat dan menciptakan lapangan pekerjaan. Dengan begitu, masyarakat bukan hanya menjadi pelestari budaya, tetapi juga menjadi pelaku ekonomi,” katanya.

Iskandarsyah menegaskan, upaya tersebut membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak. Pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, lembaga adat, dunia pendidikan hingga mitra dari luar daerah maupun luar negeri memiliki peran penting dalam membangun ekosistem industri tenun yang berkelanjutan.

“Tidak mungkin pengembangan ini dilakukan sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, lembaga adat, dunia pendidikan dan para mitra. Semuanya harus bergerak bersama agar industri tenun ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutur Bupati.

Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperluas wawasan dan pertukaran pengetahuan dalam pengembangan kerajinan tradisional. Hal ini terlihat dari kehadiran rombongan dari Muar, Batu Pahat, Johor Bahru, dan Malaka yang terdiri dari pensiunan dosen Institut Pendidikan Guru Batu Pahat, guru, pelaku usaha, karyawan swasta sektor perbankan hingga mahasiswa.

Kehadiran para peserta dari kawasan Johor dan Malaka tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan sekaligus membuka peluang pertukaran pengalaman dalam pengembangan keterampilan, budaya dan usaha berbasis kerajinan tradisional.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Karimun, Ir. H. Ruffindy Alamsjah, M.App.Sc., dalam sambutannya turut menekankan pentingnya pengembangan industri tenun sebagai bagian dari penguatan sektor industri yang bertumpu pada potensi dan kearifan lokal.

“Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Karimun berharap industri tenun tradisional tidak berhenti sebagai produk budaya, tetapi mampu tumbuh menjadi sektor ekonomi kreatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” harapnya.

Dengan penguatan keterampilan, perluasan jejaring, inovasi produk dan dukungan berbagai pihak, tenun tradisional diharapkan semakin berkembang, memiliki daya saing dan mampu menjadi salah satu sumber penghidupan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat Kabupaten Karimun.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Karimun Rocky Marciano Bawole, S.Sos., M.M., sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun, Kepala Desa Pongkar dan Kepala Desa Pangke, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Karimun, para narasumber, undangan dan peserta kegiatan. (Yg)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *