BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Perairan Kepri, Nelayan Diminta Waspada

Kapal nelayan di peraian Bintan. BMKG meminta nelayan waspada karena ada potensi angin kencang di perairan Kepri.(Foto: zulfikar-sketsanews)

Tanjungpinang (SN) – Angin monsun Asia kembali menunjukkan kekuatannya di wilayah laut Kepulauan Riau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Stasiun Metereologi Kelas III Natuna mencatat peningkatan kecepatan angin yang berdampak langsung pada tinggi gelombang laut di perairan Kepri, khususnya Natuna dan Anambas.

Prakirawan BMKG Stasiun Metereologi Kelas III Natuna Marcelino Kartodinudjo mengatakan, kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran dan nelayan tradisional. Peringatan dini berlaku mulai 21 Januari 2026 hingga 25 Januari 2026.

Monsun Asia Perkuat Angin Laut Kepri
Marcelino Kartodinudjo menjelaskan, peningkatan intensitas penjalaran massa udara akibat aktivitas monsun Asia mendorong angin bertiup lebih kencang di perairan Kepulauan Riau.

Ia menyebut, perairan Kepri Bagian Utara, angin bergerak dari arah utara hingga timur dengan kecepatan mencapai 40 knot. Sementara itu, Perairan Kepri Bagian Selatan mengalami kecepatan angin hingga 30 knot dengan arah dominan yang sama.

“Kondisi tersebut memicu kenaikan tinggi gelombang laut secara signifikan,” katanya, dalam keterangan tertulis yang dilansir, Kamis 22 Januari 2026.

Gelombang 1,25–2,5 Meter Berpotensi Terjadi
BMKG, sambungnya, memprakirakan tinggi gelombang 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah wilayah perairan Kepri. Antara lain, Perairan Timur Kepulauan Natuna, Perairan Kepulauan Subi–Serasan, Perairan Kepulauan Tambelan, dan Perairan Kepulauan Bintan.

Wilayah Berisiko terhadap Pelayaran
Marcelino menyebut gelombang pada kategori ini sudah berisiko bagi aktivitas pelayaran di Perairan Selatan Kepulauan Natuna, Perairan Selatan Kepulauan Anambas, Perairan Kepulauan Lingga, dan Perairan Kepulauan Karimun.

“Perahu nelayan mulai berisiko saat kecepatan angin menyentuh 15 knot dengan gelombang 1,25 meter. Sementara itu, kapal tongkang rawan mengalami gangguan ketika angin mencapai 16 knot dan gelombang 1,5 meter,” paparnya.

Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Natuna–Anambas
Ancaman lebih serius muncul di wilayah perairan terbuka. BMKG mencatat potensi gelombang tinggi 2,5 hingga 4 meter di Perairan Barat Kepulauan Natuna dan Perairan Utara Kepulauan Anambas

BMKG Imbau Nelayan dan Kapal Ferry Waspada
Menurut Marcelino gelombang setinggi itu berisiko tinggi bagi Perairan Natuna–Anambas dan Perairan Utara Natuna

BMKG Minta Pelayaran Perhatikan Keselamatan
Marcelino Kartodinudjo, mengimbau nelayan dan operator pelayaran untuk terus memantau perkembangan cuaca laut.

BMKG meminta nelayan kecil menunda melaut saat gelombang tinggi dan angin kencang melanda. Operator kapal penyeberangan juga diminta menyesuaikan jadwal pelayaran demi keselamatan penumpang.

“Keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas utama, terutama di wilayah perairan terbuka Natuna dan Anambas,” ujar Marcelino.

Penulis: Zulfikar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *