Kepri (SN) – Aktivitas penumpang angkutan laut di Provinsi Kepulauan Riau pada Februari 2026 menunjukkan dinamika yang menarik. Meski terjadi sedikit penurunan dibanding bulan sebelumnya, tren tahunan justru mencatat pertumbuhan yang cukup signifikan.
Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, jumlah penumpang domestik yang datang (debarkasi) melalui pelabuhan di Kepulauan Riau tercatat sebanyak 351.290 orang. Angka ini turun 3,01 persen dibanding Januari 2026 yang mencapai 362.200 orang.
Kepala BPS Provinsi Kepulauan Riau, Toto Haryanto Silitonga, menjelaskan bahwa penurunan bulanan tersebut tidak mencerminkan kondisi secara keseluruhan. Pasalnya, jika dibandingkan Februari tahun lalu, jumlah penumpang domestik yang datang justru meningkat 13,86 persen.
“Jadi, jumlah penumpang domestik yang berangkat (embarkasi) pada Februari 2026 mencapai 352.343 orang. Angka ini naik 9,98 persen dibanding Januari 2026, dan melonjak 22,95 persen dibanding periode yang sama tahun 2025,” katanya di Tanjungpinang, Rabu (1/4/2026).
Sementara lanjutnya, untuk angkutan laut internasional, jumlah penumpang yang datang tercatat 271.723 orang, atau turun tipis 2,83 persen dibanding bulan sebelumnya. Namun, secara tahunan angka ini mengalami kenaikan signifikan sebesar 21,16 persen, dari 224.271 orang pada Februari 2025.
Di sisi keberangkatan internasional, tercatat 277.349 orang berangkat ke luar negeri melalui pelabuhan di Kepulauan Riau sepanjang Februari 2026. Jumlah ini meningkat 7,70 persen dibanding Januari 2026, dan naik 14,75 persen dibanding Februari tahun lalu.
“Secara komposisi, penumpang angkutan laut di Kepulauan Riau masih didominasi oleh penumpang domestik yang datang, dengan kontribusi sebesar 28,86 persen. Sementara itu, kontribusi terendah berasal dari penumpang internasional yang berangkat, yakni 21,63 persen,” jelasnya.
Jika dilihat secara keseluruhan tegasnya, total penumpang angkutan laut baik domestik maupun internasional pada Februari 2026 mencapai 1.252.705 orang.
“Angka ini meningkat 2,70 persen dibanding Januari 2026, dan melonjak 18,06 persen dibanding Februari 2025 yang tercatat sebanyak 1.061.086 orang,” ujarnya. (***)

