Example 728x250
Batam

BP Batam Dukung Pembangunan Monumen Simpang Barelang, Jadi Landmark Baru Kota Batam

6
×

BP Batam Dukung Pembangunan Monumen Simpang Barelang, Jadi Landmark Baru Kota Batam

Sebarkan artikel ini
BP Batam mendukung penuh pembangunan Monumen Simpang Barelang yang berlokasi di Bundaran Tembesi, Kecamatan Sagulung. Terlihat desain Monumen Simpang Barelang. (F-BP Batam)

Batam (SN) – Badan Pengusahaan (BP) Batam mendukung penuh pembangunan Monumen Simpang Barelang yang berada di Bundaran Tembesi, Kecamatan Sagulung, Kota Batam. Kehadiran monumen yang diberi nama Bundaran Ufuk Selatan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) itu diharapkan memperkuat identitas sekaligus memperindah wajah Kota Batam.

Pembangunan monumen tersebut merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Batamindo Investment Cakrawala. Proyek ini menjadi bentuk kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah dalam mendukung penataan kawasan strategis di Kota Batam.

Kawasan monumen memiliki luas sekitar 7.850 meter persegi. Penataannya tidak hanya berfokus pada bangunan utama, tetapi juga mencakup area sekitar yang akan dilengkapi planter box, plaza, hardscape, serta softscape berupa hamparan rumput.

Untuk memperkuat tampilannya, kawasan tersebut juga akan dilengkapi pencahayaan LED, signage, sistem CCTV, hingga fasilitas pendukung penyiraman taman. Dengan konsep tersebut, Bundaran Ufuk Selatan diharapkan tampil lebih representatif dan menarik, terutama pada malam hari.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan pembangunan monumen tersebut menjadi salah satu contoh nyata kolaborasi pemerintah dan dunia usaha dalam memberikan nilai tambah bagi kawasan.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ketika dunia usaha ikut mengambil bagian melalui program yang memberikan manfaat bagi kawasan, tentu ini harus kita apresiasi dan kita kawal bersama agar pelaksanaannya berjalan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan wajah Kota Batam,” ujar Amsakar, Senin (14/9/2026).

Amsakar menyebut persiapan pekerjaan, termasuk pemagaran lokasi, telah dimulai sejak 11 September 2026. Menurutnya, pembangunan tersebut tidak sekadar menghadirkan sebuah monumen, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menata kawasan agar Batam memiliki identitas kota yang semakin kuat.

“Yang kita bangun bukan sekadar monumen. Kita ingin setiap penataan memberikan nilai tambah bagi kawasan dan menjadi bagian dari wajah Batam yang kita banggakan,” katanya.

Ia menegaskan, aspek kualitas pembangunan, keselamatan, ketertiban lalu lintas, serta kelestarian lingkungan tetap harus menjadi perhatian selama proses pengerjaan.

Dengan penataan tersebut, Simpang Barelang diharapkan tidak lagi hanya menjadi titik pertemuan arus lalu lintas, tetapi juga tampil sebagai kawasan yang memiliki identitas visual kuat dan menjadi salah satu landmark baru Kota Batam. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *