Example 728x250
Uncategorized

Festival Pantai Wan Seri Beni Meriah, Lebih dari 500 Peserta Adu Cepat Jong di Sebong Pereh

15
×

Festival Pantai Wan Seri Beni Meriah, Lebih dari 500 Peserta Adu Cepat Jong di Sebong Pereh

Sebarkan artikel ini
Desa Sebong Pereh Bintan menggelar budaya pesisir melalui penyelenggaraan Festival Pantai Wan Seri Beni. Festival ini digelar dengan mengangkat lomba jong, tradisi maritim khas masyarakat Melayu, Sabtu (29/8/2026). (F-Ist)

Bintan (SN) – Desa Sebong Pereh kembali menghadirkan kemeriahan budaya pesisir melalui penyelenggaraan Festival Pantai Wan Seri Beni. Untuk kali keempat, festival ini digelar dengan mengangkat lomba jong, tradisi maritim khas masyarakat Melayu yang hingga kini tetap menjadi kebanggaan warga pesisir.

Pantai Wan Seri Beni, Desa Sebong Pereh, Kecamatan Teluk Sebong, Sabtu (29/8/2026), berubah menjadi arena penuh semangat. Ratusan jong berlayar memanfaatkan kekuatan angin, sementara para peserta dan penonton larut dalam suasana kompetisi yang sarat dengan nuansa budaya Melayu.

Jong sendiri merupakan miniatur perahu layar tanpa awak yang digerakkan oleh tiupan angin. Dalam perlombaan, para peserta mengandalkan keterampilan, ketepatan, serta pemahaman terhadap arah angin untuk membawa jong mereka melaju menuju garis tujuan. Perahu-perahu tersebut juga terbagi dalam beberapa kategori ukuran.

Tahun ini, antusiasme peserta terbilang luar biasa. Lebih dari 500 peserta ambil bagian dalam lomba jong, tidak hanya berasal dari Kabupaten Bintan, tetapi juga dari Tanjungpinang, Batam hingga sejumlah wilayah pulau-pulau di sekitarnya.

Kehadiran peserta dari berbagai daerah tersebut semakin menegaskan bahwa lomba jong bukan sekadar permainan tradisional, melainkan telah menjadi atraksi budaya yang memiliki daya tarik lintas wilayah.

Sorak-sorai penonton yang memadati kawasan pantai pun menambah kemeriahan. Mata mereka tertuju ke arah laut, menyaksikan jong-jong berlomba melaju di atas permukaan air dengan dorongan angin.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, yang membuka Festival Pantai Wan Seri Beni secara resmi, mengapresiasi konsistensi Pemerintah Desa Sebong Pereh dalam menjaga dan melestarikan tradisi maritim tersebut.

Menurutnya, Festival Pantai Wan Seri Beni memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan, tidak hanya sebagai upaya pelestarian budaya, tetapi juga sebagai daya tarik wisata yang mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Lomba jong ini bukan sekadar permainan dan kompetisi, tetapi juga warisan budaya bahari yang harus terus kita lestarikan. Kegiatan seperti ini membawa dampak positif, baik bagi perekonomian masyarakat, karena kita melihat UMKM juga turut tumbuh dan berjejer di lokasi kegiatan, hingga menjadi sarana promosi pariwisata daerah,” ujar Ronny.

Ia berharap Festival Pantai Wan Seri Beni dapat terus dikembangkan dengan konsep yang semakin menarik sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan untuk datang ke Kabupaten Bintan.

“Kegiatan seperti ini memiliki nilai yang sangat besar. Selain menjaga tradisi dan budaya, festival ini juga bisa menjadi magnet bagi wisatawan. Tentunya, jika terus dikembangkan bersama-sama, Festival Pantai Wan Seri Beni bisa menjadi salah satu event budaya yang diperhitungkan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Sebong Pereh, Bahari, mengaku bersyukur melihat tingginya antusiasme masyarakat dan para peserta dalam Festival Pantai Wan Seri Beni tahun ini.

Menurut Bahari, keberhasilan penyelenggaraan festival untuk keempat kalinya tersebut menjadi bukti bahwa tradisi jong masih memiliki tempat istimewa di tengah masyarakat, khususnya generasi muda.

“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat dan peserta tahun ini sangat luar biasa. Peserta datang bukan hanya dari Bintan, tetapi juga dari Tanjungpinang, Batam dan pulau-pulau sekitar. Ini menunjukkan bahwa lomba jong masih sangat diminati dan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan,” ujar Bahari.

Ia berharap dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bintan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau hingga pihak swasta dapat terus ditingkatkan agar Festival Pantai Wan Seri Beni dapat digelar dalam skala yang lebih besar pada tahun-tahun mendatang.

“Harapan kami, festival ini ke depan bisa semakin besar dan menjadi agenda wisata tahunan. Kami ingin budaya jong ini tidak hanya dikenal oleh masyarakat lokal, tetapi juga bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan dari luar daerah,” ungkapnya.

Bahari menambahkan, festival tersebut bukan hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi, kreasi dan rekreasi bagi masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkenalkan kembali warisan budaya Melayu kepada generasi muda.

“Kami ingin generasi muda mengenal dan mencintai budaya daerahnya sendiri. Jong adalah bagian dari identitas masyarakat pesisir Melayu yang harus terus dijaga agar tidak hilang ditelan zaman,” katanya.

Selain menyuguhkan perlombaan jong, Festival Pantai Wan Seri Beni juga memberikan dampak positif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang turut meramaikan kawasan festival. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *