Example 728x250
EKONOMINASIONAL

Pertamina Perkuat Adaptasi Perubahan Iklim Petambak Udang Lhokseumawe

6
×

Pertamina Perkuat Adaptasi Perubahan Iklim Petambak Udang Lhokseumawe

Sebarkan artikel ini
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Terminal BBM Lhokseumawe terus memperkuat komitmennya terhadap pemberdayaan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). (F-Pertamina)

Lhokseumawe (SN) – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Terminal BBM Lhokseumawe terus memperkuat komitmennya terhadap pemberdayaan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Salah satunya diwujudkan lewat Program Gampong Berdikari di Gampong Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe.

Program tersebut menghadirkan inovasi yang menyasar langsung tantangan petambak udang vaname, terutama dalam menghadapi perubahan iklim yang semakin memengaruhi kondisi budidaya perikanan.

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pelatihan pembuatan probiotik Mikroorganisme Lokal (MOL) bagi para petambak. Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus membantu petambak beradaptasi terhadap perubahan kualitas lingkungan perairan.

Perubahan pola cuaca dapat memicu fluktuasi suhu, salinitas, dan pH air tambak. Kondisi tersebut meningkatkan risiko stres, serangan penyakit hingga kematian udang yang pada akhirnya dapat menurunkan produktivitas dan pendapatan petambak.

Pjs. Area Manager Comm., Rel & CSR Sumbagut Pertamina Patra Niaga, Silvani Maiyestuhariani, mengatakan pelatihan tersebut membekali petambak dengan keterampilan mengolah limbah buah pasar menjadi probiotik MOL alami.

“Probiotik MOL pada Program Gampong Berdikari ini merupakan inovasi pertama di Kota Lhokseumawe yang mengoptimalkan limbah buah pasar dan diformulasikan dengan daun murbei sebagai bahan tambahan alami,” ujar Silvani belum lama ini.

Menurutnya, probiotik MOL tersebut dapat berperan sebagai immunostimulan untuk membantu meningkatkan daya tahan udang terhadap perubahan kualitas lingkungan perairan.

Tak hanya memperkuat ketahanan budidaya, inovasi tersebut juga membawa semangat ekonomi sirkular. Limbah organik dari pasar yang sebelumnya berpotensi menjadi sumber pencemaran diolah menjadi produk bernilai tambah yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung keberlanjutan usaha perikanan.

“Program ini juga mendukung salah satu program unggulan Pemerintah Kota Lhokseumawe, yaitu Broh Jeut Ke Peng atau sampah jadi uang,” jelasnya.

Melalui pelatihan tersebut, Pertamina berharap masyarakat, khususnya petambak, mampu memproduksi probiotik secara mandiri sehingga ketergantungan terhadap produk komersial dapat ditekan.

Pemanfaatan probiotik alami juga diharapkan dapat membantu menjaga kualitas air tambak, meningkatkan kesehatan udang serta mengurangi risiko gagal panen akibat penyakit yang dipicu perubahan kondisi lingkungan.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap kapasitas masyarakat semakin meningkat dan petambak dapat memproduksi probiotik secara mandiri. Dengan demikian, ketahanan budidaya dapat semakin kuat dan risiko gagal panen akibat perubahan lingkungan bisa ditekan,” tutur Silvani.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Terminal BBM Lhokseumawe menegaskan akan terus mendorong lahirnya inovasi berbasis potensi lokal melalui Program TJSL Gampong Berdikari. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya menjawab tantangan perubahan iklim, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Program ini turut berkontribusi terhadap pencapaian sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs), yakni SDGs 1 Tanpa Kemiskinan, SDGs 2 Tanpa Kelaparan, SDGs 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDGs 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDGs 13 Penanganan Perubahan Iklim, serta SDGs 14 Ekosistem Laut. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *