Example 728x250
Berita KepriTanjungpinang

Belajar Bahasa Inggris Tak Lagi Membosankan, English Corner RRI PRO 2 Tanjungpinang Hadirkan Suasana Interaktif

16
×

Belajar Bahasa Inggris Tak Lagi Membosankan, English Corner RRI PRO 2 Tanjungpinang Hadirkan Suasana Interaktif

Sebarkan artikel ini
Kegiatan English Corner RRI PRO 2 Tanjungpinang yang berkolaborasi dengan English Clinic Community di Legan Cafe, Tanjungpinang, Sabtu (8/8/2026). (F-Aisya)

Tanjungpinang (SN) – Belajar bahasa Inggris tak harus selalu berlangsung di dalam kelas dengan suasana yang kaku. Hal itu ditunjukkan melalui kegiatan English Corner RRI PRO 2 Tanjungpinang yang berkolaborasi dengan English Clinic Community di Legan Cafe, Tanjungpinang, Sabtu (8/8/2026).

Mengusung konsep belajar yang santai dan interaktif, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak-anak dan pelajar untuk belajar, bereksplorasi, sekaligus membangun kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan yang disiarkan melalui RRI PRO 2 Tanjungpinang mulai pukul 16.00 WIB itu dikemas dengan berbagai aktivitas yang membuat proses pembelajaran terasa lebih menyenangkan. Peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga diajak berkomunikasi, bermain, dan berani menggunakan bahasa Inggris secara langsung.

Suasana belajar semakin hidup dengan hadirnya sejumlah segmen khas RRI PRO 2 Tanjungpinang, mulai dari talkshow, Challenge Time, hingga pembahasan English in Real Life yang mengajak peserta memahami penggunaan bahasa Inggris dalam situasi sehari-hari.

Hendra owner English Clinic Community mengatakan, kolaborasi tersebut dilakukan karena banyaknya cafe yang berkembang di Tanjungpinang. Menurutnya, kehadiran English Corner di cafe dapat menghadirkan sesuatu yang berbeda sekaligus memberikan manfaat bagi kedua pihak.

“Kami bekerja sama dengan cafe ini karena banyak sekali cafe di Tanjungpinang. Jadi, kami ingin ada sesuatu yang berbeda, tetapi tetap saling membantu. Salah satunya dengan membuat English Cafe di sini, sehingga bisa mendukung UMKM sekaligus memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk lebih bebas mengeksplorasi dan mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda di luar kelas,” tuturnya.

Pada sesi talkshow, salah seorang peserta, Yunus, siswa SMP, menceritakan bagaimana ketertarikannya terhadap bahasa Inggris mulai tumbuh dari aktivitas yang dekat dengan kesehariannya.

Yunus mengaku kerap menemukan bahasa Inggris melalui film kartun dan permainan atau game. Rasa penasaran untuk memahami arti kata-kata yang ditemuinya kemudian mendorongnya untuk belajar lebih jauh.

“Saya suka melihat film kartun dan bermain game yang menggunakan bahasa Inggris. Saya jadi penasaran ingin mengerti artinya, kemudian diarahkan untuk belajar di sini,” ujar Yunus.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa proses belajar bahasa Inggris dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang memang disukai anak-anak. Dari tontonan dan permainan, rasa ingin tahu kemudian berkembang menjadi keinginan untuk memahami dan menggunakan bahasa Inggris.

Hal senada disampaikan Nasya, siswi kelas 10 SMA. Baginya, kemampuan berbahasa Inggris bukan hanya berguna untuk pembelajaran saat ini, tetapi juga menjadi bekal penting untuk pendidikan dan dunia kerja di masa mendatang.

“English is important because we need it in the working world. It can help us build wider connections, and it also makes it easier when we want to apply for scholarships,” kata Nasya.

Pembelajaran kemudian dilanjutkan melalui Challenge Time yang dikemas dalam berbagai permainan, seperti Game Day dan Numbers. Peserta ditantang untuk menggunakan kemampuan bahasa Inggris mereka sambil bermain.

Menariknya, host dari tim RRI PRO 2 Tanjungpinang juga ikut terlibat dalam permainan. Interaksi tersebut membuat batas antara pengajar, peserta, dan penyiar menjadi lebih cair sehingga anak-anak semakin berani berkomunikasi dan menunjukkan kemampuan mereka.

Konsep pembelajaran seperti ini menjadi salah satu cara untuk membangun pengalaman belajar bahasa Inggris yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga praktik. Peserta didorong untuk berani berbicara, memahami kosakata, merespons pertanyaan, serta menggunakan bahasa Inggris dalam situasi yang lebih nyata.

Melalui kolaborasi English Corner RRI PRO 2 Tanjungpinang, English Clinic Community, dan Legan Cafe, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang alternatif bagi anak-anak dan pelajar untuk belajar bahasa Inggris secara lebih terbuka dan menyenangkan.

Sebab, belajar bahasa bukan sekadar menghafal kosakata dan tata bahasa. Lebih dari itu, keberanian untuk mencoba, berkomunikasi, dan menggunakan bahasa tersebut dalam kehidupan sehari-hari menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *