Example 728x250
Uncategorized

Walikota Lis Dukung Festival Media Selat Melaka 2026, Pulau Penyengat Disiapkan Jadi Etalase Budaya Melayu

17
×

Walikota Lis Dukung Festival Media Selat Melaka 2026, Pulau Penyengat Disiapkan Jadi Etalase Budaya Melayu

Sebarkan artikel ini
Walikota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H., menerima audensi pengurus Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Tanjungpinang di Kantor Walikota Tanjungpinang, Senggarang, Kamis (6/8/2026). Audensi tersbeut menyampaikan pelaksanaan Festival Media Selat Melaka 2026 yang akan digelar pada September mendatang. (F-Sketsa)

Tanjungpinang (SN) – Walikota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H., menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Festival Media Selat Melaka 2026 yang akan digelar pada September mendatang. Festival yang diinisiasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Tanjungpinang itu dinilai menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan kekayaan sejarah, budaya, dan peradaban Melayu kepada masyarakat luas.

Dukungan tersebut disampaikan Lis saat menerima audiensi pengurus AJI Kota Tanjungpinang di Kantor Walikota Tanjungpinang, Senggarang, Kamis (6/8/2026).

Dalam pertemuan itu, Walikota didampingi Asisten Administrasi Umum Setda Kota Tanjungpinang, Augus Raja Unggul, bersama jajaran Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tanjungpinang yang diwakili Plt Sekretaris Ririn Noviana dan Analis Kebijakan Ahli Muda Wulan Tri Wahyuni.

Sementara itu, rombongan AJI Kota Tanjungpinang dipimpin langsung Ketua AJI Kota Tanjungpinang, Sutana. Ia memaparkan rangkaian pelaksanaan Festival Media Selat Melaka 2026 yang akan berlangsung selama tiga hari, yakni pada 19-20 September di Kota Batam dan dilanjutkan pada 21 September di Kota Tanjungpinang.

Menurut Sutana, festival tersebut akan diikuti sekitar 270 delegasi dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran para peserta diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi insan pers, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan identitas budaya Melayu yang dimiliki Tanjungpinang, khususnya Pulau Penyengat.

“Pulau Penyengat kami pilih karena memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat kuat. Melalui festival ini kami ingin memperkenalkannya kepada para delegasi sekaligus mendorong pengakuan Pulau Penyengat sebagai warisan budaya dunia. Karena itu, kami juga berencana mengundang perwakilan UNESCO dalam kegiatan ini,” ujar Sutana.

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan di Tanjungpinang akan diisi dengan diskusi panel dan sarasehan yang mengangkat sejarah serta peradaban Melayu.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memperkenalkan Pulau Penyengat sebagai ikon peradaban Melayu kepada peserta dari seluruh Indonesia,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Walikota Lis Darmansyah memberikan apresiasi atas inisiatif AJI Kota Tanjungpinang yang menghadirkan Festival Media Selat Melaka ke ibu kota Provinsi Kepulauan Riau.

Menurutnya, kehadiran ratusan delegasi dari berbagai daerah merupakan peluang besar untuk mempromosikan potensi sejarah, budaya, dan pariwisata yang dimiliki Kota Tanjungpinang.

“Ini kegiatan yang bagus karena para delegasi yang datang dari berbagai daerah dapat sekaligus mengenal Tanjungpinang, khususnya Pulau Penyengat yang memiliki sejarah dan budaya yang kuat,” ujar Lis.

Ia berharap festival tersebut mampu membuka ruang yang lebih luas bagi promosi sejarah dan budaya Tanjungpinang, sekaligus memperkuat publikasi mengenai potensi daerah melalui peran insan pers.

Lis juga menilai keterlibatan para jurnalis dalam festival ini menjadi bagian penting untuk menyebarluaskan informasi mengenai kekayaan sejarah, budaya, dan destinasi wisata Tanjungpinang kepada masyarakat nasional. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *