Tanjungpinang (SN) – Ketua Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih, Selvi Ananda Gibran Rakabuming Raka, menghadiri puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 melalui kegiatan Main Raya Anak Tahun 2026 di Pelataran Tugu Sirih, Tanjungpinang, Kamis (23/7/2026).
Selvi hadir bersama jajaran Seruni Kabinet Merah Putih didampingi Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad dan Ketua TP-PKK Kepri Dewi Kumalasari Ansar. Ketiganya menyapa ribuan anak yang memadati kawasan Tugu Sirih sekaligus ikut memainkan berbagai permainan tradisional seperti gasing, congklak, engklek, bakiak, lompat tali, egrang batok, bekel, hingga kreasi layang-layang dan perahu jong.
Kegiatan tersebut menjadi simbol komitmen untuk menghidupkan kembali permainan tradisional sebagai sarana membangun karakter, memperkuat interaksi sosial, serta mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai.
Pada kesempatan itu, Selvi juga mencanangkan Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA) sebagai upaya memperkuat perlindungan anak melalui lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan menyenangkan. Gerakan ini diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menjamin hak anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.
Rangkaian acara turut diisi pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia dan Suara Anak Indonesia Tahun 2026 sebagai wadah penyampaian aspirasi anak kepada pemerintah.
Dalam sambutannya, Selvi mengaku senang melihat antusiasme anak-anak mengikuti permainan tradisional. Menurutnya, hal itu membuktikan bahwa anak-anak tetap dapat menikmati aktivitas di luar gadget.
“Permainan tradisional tidak hanya menghadirkan kebahagiaan, tetapi juga mengajarkan gotong royong, kerja sama, sportivitas, dan kebersamaan,” ujarnya.
Selvi menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital tidak bisa dihindari, namun harus diimbangi dengan aktivitas bermain yang mampu membentuk karakter dan kemampuan bersosialisasi anak. Ia pun mengajak orang tua, guru, dan seluruh pendamping anak untuk bersama-sama menciptakan keseimbangan tersebut.
Mengusung tema “Sayangi Anak, Lindungi, Bangun Masa Depan”, Selvi juga mengingatkan pentingnya melindungi anak dari berbagai bentuk kekerasan, eksploitasi, serta ancaman di ruang digital. Ia menilai pendidikan karakter yang dimulai dari keluarga menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi Indonesia yang cerdas, beretika, dan berdaya saing.
“Mari bergandengan tangan menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak Indonesia agar mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan menjadi kebanggaan bangsa,” tutupnya. (***)












