Example 728x250
Tanjungpinang

Pembangunan Ponpes Al-Ihya Cendekia Berlanjut, Siapkan Kader Ulama Aswaja di Kepri

4
×

Pembangunan Ponpes Al-Ihya Cendekia Berlanjut, Siapkan Kader Ulama Aswaja di Kepri

Sebarkan artikel ini
Yayasan Al-Ihya Cendekia Kepulauan Riau terus melanjutkan pembangunan Masjid dan Asrama Pondok Pesantren Al-Ihya Cendekia di Jalan Triwijaya, Kota Tanjungpinang, Minggu (12/7/2026). (F-Sketsa)

Tanjungpinang (SN) – Yayasan Al-Ihya Cendekia Kepulauan Riau terus melanjutkan pembangunan Masjid dan Asrama Pondok Pesantren Al-Ihya Cendekia di Jalan Triwijaya, Kota Tanjungpinang. Pembangunan yang masih berada pada tahap awal itu dilakukan secara bertahap dengan dukungan para dermawan.

Pimpinan Yayasan Al-Ihya Cendekia, Mhd. Munirul Ikhwan, M.Ag., mengatakan pondok pesantren tersebut diproyeksikan menjadi pusat kaderisasi ulama Ahlusunnah wal Jamaah (Aswaja) di Kepulauan Riau. Selain memperdalam ilmu-ilmu keislaman, para santri juga akan dibekali pemahaman terhadap khazanah keilmuan ulama Nusantara dan tradisi Islam Melayu.

Menurut Munirul, Kepulauan Riau memiliki akar tradisi Islam Aswaja yang kuat, yang tercermin dalam manuskrip, karya ulama, hingga praktik keagamaan masyarakat Melayu yang diwariskan secara turun-temurun.

“Tradisi keilmuan inilah yang ingin terus kami jaga dan kembangkan agar tetap menjadi rujukan bagi generasi mendatang,” ujarnya, Minggu (12/7/2026).

Ia menjelaskan, berbagai amaliah yang telah lama dipraktikkan masyarakat Aswaja, seperti Maulid Nabi Muhammad SAW, tahlil, dan zikir berjamaah, memiliki landasan yang kuat dalam khazanah fikih Ahlusunnah wal Jamaah. Karena itu, masyarakat perlu memahami dasar-dasar setiap pendapat agar tidak mudah menyalahkan tradisi keagamaan yang diwariskan para ulama.

Munirul juga menyinggung tradisi peringatan Maulid Nabi yang telah mengakar di alam Melayu. Menurutnya, surat-surat Raja Ali Haji kepada Van de Wall hingga karya Gemala Mestika Alam menjadi bukti bahwa perayaan Maulid telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kesultanan Riau-Lingga.

Meski terdapat perbedaan pandangan dalam sejumlah persoalan keagamaan, ia menegaskan hal tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk memutus ukhuwah Islamiyah.

“Kami ingin melahirkan generasi ulama yang menguasai turats, berakhlak baik, menghargai perbedaan pendapat, serta mampu menjelaskan ajaran Ahlusunnah wal Jamaah secara argumentatif dan santun. Dakwah harus dilakukan dengan ilmu, hikmah, dan tetap menjaga persaudaraan sesama umat Islam,” katanya.

Melalui pembangunan Pondok Pesantren Al-Ihya Cendekia, Yayasan Al-Ihya Cendekia Kepulauan Riau berharap dapat melahirkan kader-kader ulama Aswaja yang mampu menjaga dan mengembangkan khazanah keilmuan Islam Melayu, sekaligus memperkuat pendidikan Islam yang moderat, berakar pada tradisi ulama, dan menjunjung tinggi persatuan umat. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *