Example 728x250
Tanjungpinang

Pemko Tanjungpinang Jelaskan Kronologi Insiden Direktur BUMD dan Pelaku UMKM di Gurindam 12

7
×

Pemko Tanjungpinang Jelaskan Kronologi Insiden Direktur BUMD dan Pelaku UMKM di Gurindam 12

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Kota Tanjungpinang memberikan penjelasan terkait insiden yang melibatkan Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan seorang pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan Gurindam 12. (F-SC Medsos)

Tanjungpinang (SN) – Pemerintah Kota Tanjungpinang memberikan penjelasan terkait insiden yang melibatkan Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan seorang pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan Gurindam 12. Penjelasan tersebut disampaikan menyusul beredarnya video peristiwa itu di media sosial yang memicu beragam tanggapan dari masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, mengatakan insiden bermula saat proses penataan dan relokasi pedagang berdasarkan hasil pengundian lapak yang sebelumnya telah disepakati bersama.

Berdasarkan informasi yang diterimanya dari jajaran BUMD, istri pelaku UMKM telah mengikuti proses pengundian dan memperoleh lapak untuk berjualan. Namun, saat relokasi berlangsung, yang bersangkutan justru menempati lokasi yang berbeda dari hasil undian.

Akibatnya, pedagang lain yang berhak atas lapak tersebut tidak dapat menempati lokasi yang telah ditentukan.

“Pada saat relokasi, beliau mengambil titik tempat lain sehingga saudara kita yang sesuai hasil undian tidak bisa menempatkan dagangannya,” kata Zulhidayat, Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, petugas BUMD telah memberikan penjelasan dan mengingatkan agar seluruh pedagang menempati lapak sesuai hasil undian demi menjaga asas keadilan bagi seluruh pelaku UMKM. Namun, keberatan dari pihak yang bersangkutan membuat situasi berkembang menjadi perdebatan hingga akhirnya terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial.

Menanggapi kejadian tersebut, Zulhidayat mengaku telah mengingatkan Direktur BUMD agar tetap mengedepankan sikap sabar dan pendekatan yang humanis dalam menghadapi dinamika di lapangan.

“Saya sudah mengingatkan Pak Direktur, bagaimanapun dinamika di lapangan harus tetap mengedepankan kesabaran dan menggunakan cara yang humanis,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, berdasarkan laporan yang diterimanya, pihak yang bersangkutan sempat berupaya menguasai tiga hingga empat lapak yang sebenarnya merupakan hak pedagang lain sesuai hasil pengundian.

Karena itu, pemerintah tetap berpegang pada hasil undian sebagai dasar penataan agar seluruh pedagang memperoleh hak yang sama tanpa ada pihak yang dirugikan.

“Kita semua sama-sama mencari rezeki. Karena itu kami mendorong agar seluruh pedagang menempati lapak sesuai hasil undian,” tuturnya.

Zulhidayat memastikan situasi di kawasan Gurindam 12 kini telah kembali kondusif. Pedagang yang terlibat dalam insiden tersebut juga telah menempati lapak sesuai hasil undian sehingga proses relokasi dapat kembali berjalan sebagaimana mestinya.

“Alhamdulillah semuanya sudah terkendali, yang bersangkutan juga sudah menempati tempat sesuai hasil undian,” tutupnya. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *