Example 728x250
BatamHUKRIM

Balita 2 Tahun Hanyut di Gorong-Gorong Saat Hujan Deras di Batam, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

7
×

Balita 2 Tahun Hanyut di Gorong-Gorong Saat Hujan Deras di Batam, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

Sebarkan artikel ini
Tim SAR Gabungan menyisir sungai mencari seorang balita yang dilaporkan hanyut setelah terjatuh ke dalam saluran gorong-gorong di kawasan Tanjung Sengkuang, Pelabuhan Pendi, Kota Batam, Senin (22/6/2026).(F-Ist U/Sketsa)

Batam (SN) – Seorang balita berusia dua tahun dilaporkan hanyut setelah terjatuh ke dalam saluran gorong-gorong di kawasan Tanjung Sengkuang, Pelabuhan Pendi, Kota Batam, Senin (22/6/2026). Hingga kini, korban bernama Ibas masih dalam pencarian Tim SAR Gabungan.

Peristiwa memilukan tersebut terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah Tanjung Sengkuang sejak pagi hari. Derasnya aliran air di saluran drainase diduga menjadi penyebab korban terbawa arus sesaat setelah terjatuh ke dalam gorong-gorong.

Koordinator Pos SAR Batam, Dedius Pebrianto Sembiring, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Batam pada pukul 10.55 WIB.

“Kami menerima laporan pada pukul 10.55 WIB dari Tagana Kota Batam terkait seorang balita yang diduga hanyut di saluran gorong-gorong. Begitu informasi diterima, Tim Rescue Pos SAR Batam langsung kami kerahkan ke lokasi untuk melakukan pencarian,” kata Dedius.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, Ibas sedang bermain hujan di depan rumahnya ketika hujan deras melanda kawasan tersebut.

Diduga karena kondisi jalan yang licin dan aliran air yang cukup deras, korban terpeleset hingga terjatuh ke dalam saluran gorong-gorong. Dalam hitungan detik, balita tersebut diduga langsung terseret arus dan menghilang.

Keluarga yang mengetahui kejadian itu bersama warga sekitar segera berupaya melakukan pencarian di sepanjang aliran air. Namun, pencarian awal belum membuahkan hasil.

“Korban belum ditemukan saat dilakukan pencarian oleh keluarga dan warga, sehingga kejadian tersebut dilaporkan kepada Basarnas untuk mendapatkan bantuan pencarian,” ujarnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang mengerahkan enam personel Rescue Pos SAR Batam menuju lokasi kejadian pada pukul 11.10 WIB menggunakan kendaraan operasional Rescue Car Tipe Dua.

Dalam operasi pencarian, tim membawa sejumlah peralatan pendukung, di antaranya perahu karet (rubber boat), alat pendeteksi bawah air AquaEye, perangkat komunikasi, serta perlengkapan medis dan evakuasi.

Dedius menegaskan seluruh unsur SAR gabungan akan berupaya maksimal untuk menemukan korban.

“Kami bersama seluruh unsur SAR gabungan melakukan penyisiran di sepanjang jalur gorong-gorong dan area yang diperkirakan menjadi lintasan korban terbawa arus. Semoga korban dapat segera ditemukan,” katanya.

Operasi pencarian hari pertama melibatkan Pos SAR Batam, Polairud Batam, TNI AL, BPBD Kota Batam, Tagana Kota Batam, serta masyarakat setempat yang turut membantu proses pencarian. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *