Tanjungpinang (SN) – Ribuan warga asal Batusangkar dan berbagai wilayah di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, yang kini menetap dan berkiprah di Kota Tanjungpinang, dinilai memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya. Namun, besarnya potensi tersebut dinilai belum terhimpun dan terakomodasi secara maksimal dalam Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD) Tanjungpinang.
Ketua GEMA IKTD Tanjungpinang, Sony Chaniago, menilai sudah saatnya IKTD dibenahi dan diperkuat agar mampu menjadi rumah bersama bagi seluruh perantau Tanah Datar di Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau.
Menurut Sony, warga Tanah Datar yang merantau ke Tanjungpinang telah banyak yang sukses di berbagai bidang. Mulai dari dunia usaha dan perdagangan hingga menduduki posisi strategis di instansi pemerintahan maupun sektor swasta. Sayangnya, kekuatan besar tersebut belum terorganisasi dengan baik dalam satu wadah yang solid.
“Sudah saatnya warga Tanah Datar di Tanjungpinang bersatu, kompak, dan saling bersinergi untuk kemajuan ekonomi, sosial, dan budaya di rantau, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat di kampung halaman,” ujar Sony Chaniago, Jumat (5/6/2026).
Ia menilai, belum optimalnya penghimpunan potensi perantau membuat peran organisasi berjalan kurang maksimal. Akibatnya, IKTD belum sepenuhnya mampu menjadi pusat koordinasi ketika muncul persoalan sosial maupun musibah yang membutuhkan perhatian dan gotong royong bersama, baik di perantauan maupun di kampung halaman.
Selama ini, berbagai kegiatan sosial masih banyak dilakukan secara terpisah melalui kelompok kecamatan atau jurai masing-masing. Padahal, jika seluruh elemen disatukan dalam satu gerakan bersama, kekuatan dan manfaat yang dihasilkan akan jauh lebih besar.
“Selama ini banyak kegiatan sosial masih berjalan sendiri-sendiri atau melalui kelompok kecamatan dan jurai masing-masing. Padahal jika disatukan, kekuatan kita akan jauh lebih besar,” katanya.
Berangkat dari semangat tersebut, Sony menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua IKTD Tanjungpinang dalam Musyawarah Besar (Mubes) IKTD yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 6 Juni 2026.
Ia mengaku telah mendapatkan dukungan dari sejumlah organisasi tingkat kecamatan dan kelompok jurai yang menginginkan adanya pembaruan serta penguatan peran organisasi ke depan.
“Jika dipercaya dan diamanahkan oleh peserta Mubes, saya siap mengemban amanah ini untuk membangun kebersamaan dan memajukan IKTD Tanjungpinang. Organisasi yang cukup lama vakum ini membutuhkan dukungan dari seluruh jurai dan perantau Tanah Datar,” ujarnya.
Sony sendiri merupakan perantau asal Jorong Bukit Tamasu, Kenagarian Belimbing, Kecamatan Rambatan. Sejak menetap di Tanjungpinang pada tahun 1999, ia dikenal aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan, kepemudaan, hingga organisasi politik.
Baginya, membangun organisasi yang kuat tidak cukup hanya dengan semangat kebersamaan. Dibutuhkan perencanaan yang matang dan berkelanjutan, mulai dari program jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang.
Salah satu gagasan yang ingin diwujudkannya adalah menghadirkan fasilitas bersama berupa surau atau balai pertemuan yang dapat menjadi pusat aktivitas warga Tanah Datar di Tanjungpinang.
“Kami ingin IKTD memiliki tempat berkumpul sendiri yang bisa digunakan untuk kegiatan sosial, budaya, keagamaan, dan berbagai kepentingan warga Tanah Datar di rantau. Saya yakin, jika seluruh potensi yang ada bersatu, tidak ada yang tidak mungkin untuk diwujudkan,” pungkasnya. (***)













