Example 728x250
BatamBerita KepriHUKRIM

Perangi TPPO di Kota Perbatasan, Li Claudia Dorong Kolaborasi Lebih Kuat

9
×

Perangi TPPO di Kota Perbatasan, Li Claudia Dorong Kolaborasi Lebih Kuat

Sebarkan artikel ini

Batam (SN) – Pelaksana Harian (Plh) Walikota Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antarlembaga dalam upaya melindungi pekerja migran sekaligus mencegah tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kota Batam.

Komitmen tersebut disampaikan Li Claudia saat menghadiri peresmian Balai Latihan Kerja dan Pusat Informasi Pekerja Migran yang diselenggarakan oleh Caritas Indonesia di Batam, Jumat (29/5/2026).

Menurut Li Claudia, Batam sebagai kawasan strategis dan pintu gerbang internasional memiliki tantangan yang kompleks terkait perlindungan pekerja migran. Selain rentan terhadap praktik TPPO, kota ini juga menghadapi persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang membutuhkan penanganan serius serta kolaborasi lintas sektor.

“Persoalan pekerja migran, korban TPPO, hingga kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak bisa ditangani sendiri. Dibutuhkan kerja sama yang kuat antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga sosial, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Li Claudia.

Peresmian Gedung Sentrum Caritas Kota Batam tersebut juga dirangkaikan dengan lokakarya yang bertujuan memperkuat koordinasi dalam perlindungan pekerja migran dan penanganan korban kekerasan. Li Claudia menilai forum tersebut menjadi momentum penting untuk membangun komitmen bersama dalam memutus mata rantai perdagangan orang.

Ia berharap kolaborasi yang terjalin melalui kegiatan tersebut mampu memperkuat sistem perlindungan bagi pekerja migran, sekaligus meningkatkan efektivitas pencegahan dan penanganan kasus TPPO di Batam.

“Melalui lokakarya ini, saya berharap sinergi dan koordinasi antarlembaga semakin kuat sehingga upaya memutus mata rantai TPPO dan menekan angka kekerasan di Kota Batam dapat dilakukan bersama-sama,” katanya.

Li Claudia juga memberikan apresiasi kepada Caritas Indonesia yang dinilai konsisten bergerak di bidang pelayanan sosial, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam perlindungan pekerja migran.

Menurutnya, kehadiran Balai Latihan Kerja dan Pusat Informasi Pekerja Migran merupakan langkah strategis yang tidak hanya memberikan akses informasi dan perlindungan, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar lebih siap dan aman dalam memasuki dunia kerja.

“Kehadiran pusat latihan kerja sekaligus pusat informasi ini merupakan langkah nyata dan strategis. Pemerintah menyambut baik serta mengapresiasi Caritas Indonesia yang turut membantu memberikan perlindungan dan solusi bagi masyarakat,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Li Claudia berharap fasilitas tersebut dapat menjadi pusat pemberdayaan yang melahirkan tenaga kerja kompeten sekaligus menjadi tempat yang memberikan harapan dan perlindungan bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Semoga tempat ini menjadi pusat pengabdian yang melahirkan SDM yang kompeten, serta menjadi cahaya harapan bagi masyarakat yang membutuhkan perlindungan,” tutupnya. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *