Batam (SN) – Pemerintah Kota Batam resmi mentransformasi program bantuan pendidikan tinggi dengan memperluas cakupan penerima beasiswa menjadi tiga kategori, yakni Beasiswa Berprestasi jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Beasiswa Tidak Mampu jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan Beasiswa Hinterland melalui kerja sama dengan perguruan tinggi mitra.
Program tersebut disosialisasikan langsung oleh Walikota Batam, Amsakar Achmad, didampingi Wakil Walikota Batam, Li Claudia Chandra, dalam kegiatan sosialisasi program prioritas di Crown Vista Hotel Batam, Sekupang, Senin (18/5/2026).
Amsakar mengatakan, transformasi program beasiswa menjadi bagian dari perubahan arah pembangunan daerah yang kini lebih berfokus pada penguatan sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, investasi besar di sektor pendidikan merupakan langkah strategis untuk mencetak generasi unggul dan meningkatkan daya saing daerah.
“Paradigma pembangunan kini tidak lagi semata berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan kapasitas SDM,” ujarnya.
Ia menjelaskan, perubahan skema beasiswa dilakukan untuk memperluas pemerataan akses pendidikan tinggi. Sebelumnya, bantuan pendidikan hanya diberikan kepada mahasiswa yang lolos perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP. Namun, hasil evaluasi menunjukkan penerima program mayoritas berasal dari keluarga dengan dukungan ekonomi dan fasilitas pendidikan yang lebih baik.
Karena itu, Pemko Batam memperluas sasaran program kepada masyarakat hinterland dan keluarga kurang mampu. “Negara harus hadir memberikan keberpihakan nyata kepada masyarakat pesisir dan keluarga yang membutuhkan,” kata Amsakar.
Sebagai dasar hukum program baru tersebut, Pemko Batam menerbitkan Peraturan Walikota Batam Nomor 5 dan 6 Tahun 2026 yang mengatur tata cara pemberian Beasiswa Berprestasi, Tidak Mampu, dan Hinterland.
Khusus Beasiswa Hinterland, Pemko Batam menggandeng tiga perguruan tinggi, yakni Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Politeknik Negeri Batam, dan Universitas Maritim Raja Ali Haji. Kerja sama itu diarahkan untuk mendukung kebutuhan industri strategis Batam, mulai dari sektor perkapalan, ekonomi digital, hingga kemaritiman dan perikanan.
Dalam kesempatan tersebut, Amsakar juga memotivasi para pelajar dengan membagikan kisah perjuangannya menempuh pendidikan di tengah keterbatasan ekonomi. Ia mengaku pernah menempuh perjalanan pulang-pergi sejauh 32 kilometer menggunakan sepeda saat SMP hingga menjalani masa kuliah dengan kondisi serba terbatas.
“Pendidikan adalah jalan terbaik untuk meningkatkan status sosial dan memenangkan persaingan global,” pesannya kepada para siswa.
Kegiatan sosialisasi diikuti 477 peserta yang terdiri dari siswa, guru, dan kepala sekolah SMA/SMK/MA se-Kota Batam, termasuk perwakilan sekolah hinterland di Kecamatan Galang, Bulang, dan Belakang Padang. Acara ditutup dengan pemaparan teknis mengenai syarat dan tata cara pendaftaran program beasiswa oleh tim teknis Pemko Batam bersama perguruan tinggi mitra. (***)













