Batam (SN) – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Batam berlangsung dengan nuansa berbeda, kolaboratif, positif, dan penuh kebersamaan. Walikota Amsakar Achmad dan Wakil Walikota Li Claudia Chandra, menyebut peringatan tahun ini tak sekadar seremoni, tetapi menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah dan para pekerja.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi di Dataran Engku Putri melalui agenda bertajuk “Batam Bersih: Pekerja Peduli Lingkungan” yang diinisiasi DPD FSP LEM SPSI Kepulauan Riau. Dalam momen tersebut, Amsakar dan Li Claudia bersama jajaran Forkopimda melepas armada pengangkut sampah sebuah aksi simbolis yang menegaskan kepedulian buruh Batam terhadap isu lingkungan.
Suasana kemudian berlanjut ke kawasan Welcome to Batam (WTB), tempat ribuan pekerja berkumpul dalam peringatan yang digelar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI). Di tengah antusiasme peserta, Amsakar menyampaikan pesan yang menegaskan posisi buruh sebagai pilar penting pembangunan daerah.
Menurutnya, buruh di Batam telah menunjukkan kedewasaan dalam menyuarakan aspirasi. Alih-alih aksi yang berpotensi memicu konflik, peringatan May Day diisi dengan kegiatan produktif seperti penanaman mangrove dan aksi sosial lainnya.
“Serikat pekerja adalah mitra strategis pemerintah. May Day di Batam selalu diwarnai kegiatan positif. Ini bukti bahwa buruh Batam mengedepankan sinergi,” ujar Amsakar.
Ia juga menegaskan bahwa setiap kebijakan ketenagakerjaan, termasuk penetapan Upah Minimum Kota (UMK), dilakukan melalui dialog terbuka yang melibatkan pekerja dan pengusaha. Hasilnya, Batam dinilai berhasil menciptakan keputusan yang kondusif, termasuk dalam penetapan upah sektoral.
Dalam kesempatan itu, Amsakar turut memaparkan capaian pembangunan Kota Batam bersama Li Claudia Chandra. Mulai dari pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat, realisasi investasi yang menguat, hingga perbaikan indikator kesejahteraan seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penurunan angka kemiskinan, dan tingkat pengangguran.
Namun, ia tak menutup mata terhadap tantangan yang masih dihadapi. Tingginya arus migrasi ke Batam menjadi salah satu faktor yang membuat penurunan angka pengangguran belum optimal. Saat ini, Batam bahkan masuk dalam lima besar kota dengan tingkat migrasi tertinggi di Indonesia.
Meski begitu, tingkat serapan tenaga kerja telah mencapai 63,4 persen sebuah angka yang menunjukkan daya tarik Batam sebagai pusat ekonomi dan industri tetap kuat.
Menutup sambutannya, Amsakar mengajak seluruh elemen buruh untuk terus menjaga stabilitas daerah dan mendukung iklim investasi yang sehat.
“Atas nama Pemerintah Kota Batam dan BP Batam, kami mengucapkan Selamat Hari Buruh. Semoga May Day di Batam menjadi contoh nasional bahwa kolaborasi jauh lebih kuat daripada konfrontasi,” tegasnya. (***)














