Batam (SN) – Pergantian Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) Hang Nadim bukan sekadar seremoni rutin, melainkan momentum strategis dalam memperkuat peran pertahanan udara sekaligus kolaborasi lintas sektor di Batam.
Bertempat di Wyndham Panbil Batam, Senin (13/4/2026) malam, jabatan Danlanud Hang Nadim resmi diserahterimakan dari Letkol Pnb Hendro Sukamdani kepada Letkol Pnb Indra Alexander Yosef Lessy. Acara ini turut dihadiri Walikota Batam, Amsakar Achmad, bersama jajaran Forkopimda.
Sorotan utama tertuju pada peran vital Lanud Hang Nadim sebagai garda terdepan pertahanan udara di kawasan strategis perbatasan. Di bawah kepemimpinan baru, diharapkan institusi ini semakin kokoh tidak hanya dalam menjaga kedaulatan wilayah, tetapi juga sebagai mitra aktif dalam mendukung pembangunan daerah.
Letkol Pnb Indra Alexander Y. Lessy, sebagai Danlanud yang baru, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan fondasi yang telah dibangun sebelumnya. Ia menekankan pentingnya sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan di Batam.
“Saya mohon dukungan dari seluruh pihak. Dengan sinergi dan kerja bersama, kami optimistis dapat menjalankan amanah ini,” ujarnya.
Sementara itu, Letkol Pnb Hendro Sukamdani meninggalkan jejak pengabdian yang kuat selama masa tugasnya. Ia menyampaikan harapan agar Lanud Hang Nadim terus berkembang sebagai pilar pertahanan sekaligus mitra strategis pemerintah daerah.
Walikota Batam, Amsakar Achmad, dalam sambutannya turut menegaskan bahwa keberadaan Lanud Hang Nadim memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas daerah. Menurutnya, keamanan dan pembangunan merupakan dua hal yang saling berkaitan erat, terutama bagi Batam sebagai kawasan perdagangan bebas dan gerbang ekonomi nasional.
“Sinergi yang telah terbangun harus terus diperkuat. Lanud Hang Nadim memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas sekaligus mendukung percepatan pembangunan Batam,” tegasnya.
Dengan dinamika Batam yang terus berkembang dan tingkat keberagaman masyarakat yang tinggi, kehadiran Lanud Hang Nadim menjadi salah satu elemen penting dalam menjaga kondusivitas wilayah. (***)

