Jakarta (SN) – Pemerintah menekankan peran penting daerah hingga tingkat desa dalam percepatan eliminasi tuberkulosis (TB) di Indonesia. Hal ini disampaikan dalam Temu Media Hari Tuberkulosis Sedunia 2026.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki posisi strategis untuk mengoordinasikan penanggulangan TB secara lintas sektor.
“Pemerintah daerah menjadi penggerak utama dalam menanggulangi TB hingga ke tingkat desa dan kelurahan,” ujarnya, sebagimana dikutip dari laman resmi kemenkes, Selasa (7/4/2026).
Baca Juga : Darurat Nasional: Indonesia Genjot Percepatan Eliminasi Tuberkulosis Sebelum Terlambat
Namun, tantangan masih besar. Dari total 84.276 desa di seluruh Indonesia, baru 5.711 desa yang telah membentuk Desa/Kelurahan Siaga TB, tersebar di 22 provinsi dan 108 kabupaten/kota. Pemerintah pun menetapkan 11 provinsi prioritas penanganan TB, termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DKI Jakarta.
Program Desa/Kelurahan Siaga TB menjadi strategi kunci pemerintah untuk menemukan kasus secara aktif, meningkatkan edukasi masyarakat, serta mendampingi pasien hingga pengobatan selesai.
“Desa dan kelurahan menjadi ujung tombak dalam menemukan kasus, mendampingi pasien, dan menggerakkan masyarakat untuk bersama melawan TB,” tegas Wiyagus.
Baca Juga : Akses Kesehatan Makin Dekat, Puskesmas Tanjungpinang Barat Segera Gandeng BPJS
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin P. Octavianus, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor. Keberhasilan eliminasi TB, kata dia, tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga melibatkan masyarakat, tenaga kesehatan, dunia usaha, hingga media.
“Peran media sangat strategis dalam mendorong masyarakat untuk memeriksakan diri dan menjalani pengobatan hingga tuntas,” pungkasnya.
Dengan dorongan dari desa hingga kota, pemerintah optimis upaya eliminasi TB di Indonesia dapat semakin cepat dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. (***)

