Batam (SN) – Walikota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan komitmennya untuk menuntaskan tiga persoalan krusial yang selama ini menjadi keluhan utama warga, krisis air bersih, penumpukan sampah, dan banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah.
Didampingi Wakil Walikota Li Claudia Chandra, Amsakar menyampaikan bahwa ketiga isu tersebut kini menjadi prioritas utama Pemerintah Kota Batam karena menyangkut kebutuhan dasar dan kualitas hidup masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri halalbihalal bersama warga Kecamatan Batam Kota di Aku Tahu Centre, Kelurahan Sungai Panas, Minggu (5/4/2026) malam.
“Air bersih, sampah, dan banjir adalah tiga persoalan yang paling sering disampaikan masyarakat. Ini bukan lagi isu biasa, tapi kebutuhan mendesak yang harus segera ditangani,” tegas Amsakar.
Amsakar menekankan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Berbagai langkah percepatan terus dilakukan, mulai dari peningkatan distribusi air bersih, pembenahan sistem pengelolaan sampah, hingga penanganan titik-titik rawan banjir.
Menurutnya, perbaikan tidak hanya bersifat jangka panjang, tetapi juga dilakukan secara bertahap agar dampaknya bisa segera dirasakan masyarakat.
“Kami dorong solusi nyata di lapangan. Targetnya jelas: pelayanan air lebih baik, lingkungan lebih bersih, dan risiko banjir berkurang,” ujarnya.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan penanganan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Partisipasi aktif masyarakat dinilai menjadi faktor kunci, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola sampah dari sumbernya.
“Masalah sampah misalnya, tidak akan selesai tanpa kesadaran bersama. Mulai dari rumah tangga, kita harus ubah kebiasaan,” katanya.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, Amsakar juga mengajak masyarakat menjaga persatuan dan kebersamaan. Ia menilai, perbedaan yang ada justru harus menjadi kekuatan dalam membangun kota.
“Dengan kebersamaan, kita bisa menghadapi persoalan besar ini. Batam butuh kolaborasi, bukan sekat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial yang tumbuh selama Ramadan tetap dijaga dalam kehidupan sehari-hari. (***)

