443 Jemaah Calon Haji Asal Pekanbaru Diberangkatkan dari Batam

Sebanyak 443 jemaah calon haji (JCH) asal Pekanbaru yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 4 embarkasi Batam (BTH) resmi diberangkatkan ke Tanah Suci pada Senin pagi (5/5/2025), tepat pukul 09.14 WIB dari Bandara Hang Nadim, Batam.
443 jemaah calon haji (JCH) asal Pekanbaru yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 4 embarkasi Batam (BTH) diberangkatkan ke Tanah Suci pada Senin pagi (5/5/2025), tepat pukul 09.14 WIB dari Bandara Hang Nadim, Batam. (F-Kemenag Kepri)

Batam (SN) – Sebanyak 443 jemaah calon haji (JCH) asal Pekanbaru yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 4 embarkasi Batam (BTH) resmi diberangkatkan ke Tanah Suci pada Senin pagi (5/5/2025), tepat pukul 09.14 WIB dari Bandara Hang Nadim, Batam.

Rombongan jamaah haji ini dijadwalkan tiba di Madinah pada pukul 14.40 Waktu Arab Saudi (WAS), menandai awal perjalanan spiritual yang penuh makna selama 40 hari ke depan.

Sebelum keberangkatan, suasana haru dan khidmat menyelimuti kegiatan pelepasan jemaah. Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam, Zoztafia, menyampaikan pesan mendalam kepada para ketua regu (karu) dan ketua rombongan (karom) sebagai garda terdepan dalam mendampingi jemaah di Tanah Suci.

“Ketua kloter memimpin secara menyeluruh, namun beliau tidak mungkin menjangkau satu per satu jemaah. Di sinilah peran penting karu dan karom sebagai ujung tombak pelayanan,” ujar Zoztafia dalam sesi pembinaan yang berlangsung sebelum keberangkatan.

Baca Juga : Jemaah Haji Karimun Ziarah Kota Madinah: Menapak Jejak Rasulullah di Pagi yang Penuh Berkah

Ia menekankan bahwa para karu dan karom tak hanya bertugas secara administratif, tetapi juga harus menjadi penghubung spiritual dan emosional bagi jemaahnya. Zoztafia menegaskan pentingnya memastikan seluruh anggota memahami dan menjalankan rukun serta wajib haji dengan benar, terutama sejak prosesi thawaf qudum setibanya di Tanah Suci.

“Saya berharap, dari kloter 1 hingga kloter 27, tidak ada satu pun jemaah yang tertinggal dalam pelaksanaan rukun dan wajib haji. Ini tanggung jawab bersama,” katanya tegas.

Selain teknis ibadah, Zoztafia juga mengingatkan tentang pentingnya etika dan kepedulian sosial selama berhaji. Ia mengimbau jemaah untuk menahan diri dari penggunaan ponsel selama di Masjidil Haram demi menjaga kekhusyukan ibadah.

Ia juga meminta para perokok untuk menghormati kenyamanan bersama dengan mengurangi kebiasaan merokok, khususnya di tempat umum dan kamar hotel.

“Perbanyaklah membantu orang, karena itu bagian dari proses ibadah kita. Semangat gotong royong dan saling peduli harus menjadi jiwa dari perjalanan haji kita. Mari kita niatkan bersama untuk meraih haji yang makbul dan mabrur,” tutupnya. (SN)

Editor : M Nazarullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *