Pemprov Kepri Minta Garuda Indonesia Tinjau Ulang Rencana Hentikan Penerbangan ke Tanjungpinang

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad memberikan keterangan pers usai penyerahan DPA tahun anggaran 2026 di Aula Wan Seri Beni, Pulau Dompak, Kota Tanjungpinang, Selasa (13/1/2026).(Foto: istimewa-diskominfokepri)

Tanjungpinang (SN) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bergerak cepat merespons rencana Garuda Indonesia menghentikan penerbangan dari dan ke Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang.

Langkah ini muncul di tengah kekhawatiran dampak ekonomi dan persepsi investor terhadap ibu kota provinsi tersebut.

Anggota Komisi II DPRD Kepri, Rudy Chua, mengungkapkan Gubernur Kepri Ansar Ahmad telah mengirimkan surat resmi kepada Direktur Utama Garuda Indonesia.

Surat itu berisi permintaan agar maskapai pelat merah tersebut meninjau ulang rencana penghentian rute Tanjungpinang.

“Pak Gubernur sudah menyurati Direktur Utama Garuda Indonesia. Intinya meminta agar rencana ini dikaji kembali,” kata Rudy, Kamis (22/1/2026).

Namun hingga kini, Pemprov Kepri masih menunggu jawaban dari manajemen Garuda Indonesia.
“Kita masih menunggu respons dari Garuda Indonesia,” ujarnya.

Garuda Indonesia Bersiap Hentikan Rute RHF Mulai Februari 2026
Sebelumnya, Garuda Indonesia berencana mengakhiri layanan penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional RHF Tanjungpinang mulai 9 Februari 2026. Informasi ini langsung menyedot perhatian publik dan pemangku kepentingan daerah.

Rute penerbangan tersebut disebut akan dialihkan ke Citilink, maskapai berbiaya rendah yang masih berada dalam satu grup usaha dengan Garuda Indonesia.

Peralihan ini membuka babak baru konektivitas udara Tanjungpinang, sekaligus memunculkan kekhawatiran soal kualitas layanan dan dampaknya bagi dunia usaha.

Informasi Penghentian Masih Bersifat Lisan
Manajemen Bandara RHF Tanjungpinang mengonfirmasi adanya rencana penghentian penerbangan Garuda Indonesia. Namun, hingga kini pihak bandara belum menerima pemberitahuan resmi secara tertulis.

“Informasinya baru disampaikan secara lisan, belum ada pemberitahuan tertulis,” ujar General Manager Bandara RHF Tanjungpinang, Mohamad Setiadi Dermawan Wakan, Rabu, 21 Januari 2026.

Setiadi menyebut, tanpa surat resmi dari Garuda Indonesia, pihak bandara belum bisa memastikan alasan di balik rencana penghentian operasional tersebut. Manajemen bandara masih menunggu kejelasan langsung dari maskapai.

DPRD Kepri Soroti Dampak ke Investor
DPRD Kepulauan Riau menilai keputusan Garuda Indonesia berpotensi membawa dampak lebih luas. Rudy Chua menegaskan, keberadaan Garuda Indonesia selama ini melekat dengan citra daerah yang memiliki aktivitas ekonomi dan mobilitas bisnis yang tinggi.

“Daerah yang dilayani Garuda biasanya dipandang memiliki potensi ekonomi yang baik. Kalau layanan ini berhenti, persepsi investor bisa ikut terpengaruh,” kata Rudy.

Politisi Partai Hanura itu juga menyinggung rendahnya jumlah penumpang sebagai salah satu faktor yang mendorong rencana penghentian rute.

Penumpang Garuda Didominasi ASN dan Pelaku Usaha
Menurut Rudy, penumpang Garuda Indonesia di Tanjungpinang selama ini didominasi aparatur sipil negara (ASN) dan pelaku usaha. Namun, kebijakan pemangkasan anggaran perjalanan dinas membuat permintaan penerbangan menurun signifikan.

“Ketika anggaran perjalanan dinas berkurang, jumlah penumpang Garuda otomatis ikut turun,” ujarnya.

Penulis: Zulfikar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *