
Tanjungpinang (SN) – Menjelang pergantian tahun 2025, masyarakat Kota Tanjungpinang mulai dibuat was-was oleh menipisnya stok sejumlah kebutuhan pokok. Kekhawatiran pun bermunculan, terutama terkait kemungkinan adanya penimbunan atau gangguan distribusi di wilayah kepulauan tersebut.
Namun Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Hamam Wahyudi, menegaskan bahwa kondisi itu tidak disebabkan oleh permainan oknum tertentu. Ia memastikan Satgas Pangan bersama instansi terkait terus bergerak di lapangan untuk memantau distribusi bahan pokok.
“Sejauh ini belum ada temuan terkait penimbunan. Kami bersama dinas perdagangan dan instansi lainnya rutin melakukan pengecekan. Selama kebutuhan pokok masyarakat masih terpenuhi, situasi tetap terkendali,” ujar Kombes Hamam, Jumat (12/12/2025).
Pengawasan, lanjutnya, dilakukan secara berkala, termasuk terhadap distribusi BBM dan sembako. Jika ditemukan adanya penyimpangan, pihaknya tak akan ragu mengambil tindakan tegas.
“Kalau terjadi penyimpangan, tentu akan kami tindak sesuai aturan,” tegasnya.
Hamam juga menjelaskan bahwa keterlambatan pasokan beberapa komoditas disebabkan faktor cuaca dan kondisi geografis Tanjungpinang sebagai daerah kepulauan. Gelombang laut yang tinggi membuat pengiriman ekspedisi tersendat.
“Memang ada keterlambatan distribusi karena cuaca dan transportasi laut. Ekspedisi terhambat, sehingga beberapa pasokan terlambat masuk,” jelasnya.
Sempat terjadi kenaikan harga beras di wilayah tersebut, namun hal itu disebut sebagai imbas dari pergerakan harga di Batam yang menjadi jalur distribusi utama. Meski demikian, stok beras Bulog dipastikan tetap aman.
“Untuk beras premium Bulog, ketersediaannya cukup dan masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat,” tutup Kapolresta. (ML-SN)
Editor : M Nazarullah
