Tanjungpinang (SN) – Kepri Ramadhan Fair (KURMA) 2026 tidak sekadar agenda seremonial Ramadan. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyiapkan ajang ini sebagai etalase UMKM syariah dan penggerak ekonomi rakyat selama bulan puasa.
Pemprov Kepri mulai mematangkan pelaksanaan KURMA 2026 melalui rapat koordinasi di Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Senin, 2 Februari 2026. Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kepri, Luki Zaiman Prawira, menegaskan KURMA merupakan bagian dari strategi daerah memperkuat ekosistem ekonomi syariah.
Sejak 2023, Ramadhan Fair masuk agenda nasional melalui program KDEKS–KNEKS. Kepri bahkan tercatat sebagai salah satu provinsi awal yang menjalankan konsep tersebut secara konsisten hingga menjadi identitas tahunan dengan brand KURMA.
“KURMA ini bukan sekadar event. Ini bagian dari penguatan ekonomi syariah dan UMKM lokal,” kata Luki.
Pada KURMA 2026, pemerintah menyiapkan bazar UMKM, lomba busana muslim berbasis produk lokal, serta pojok layanan syariah yang menyediakan sertifikasi halal, literasi keuangan, dan layanan kelembagaan. Pemerintah juga menggelar seminar ekonomi dan keuangan syariah untuk memperluas pemahaman pelaku usaha.
Luki menambahkan, Pemprov Kepri memusatkan bazar UMKM di Jalan Merdeka. Kawasan tersebut selama ini menjadi titik keramaian ekonomi rakyat. Sementara penutupan dan kegiatan utama akan digelar di Dekranasda Kepri guna memperkuat citra UMKM Kepri di hadapan tamu nasional.
“Dekranasda lokasinya lebih luas dan fasilitasnya lengkap, termasuk untuk VIP dan layanan pendukung lainnya,” tandasnya.

